2 Teknik Jitu Follow Up agar Cepat Closing

0
179

Ketika memulai bisnis berjualan online, tentu kita harus siap ketika menerima chat orderan. Terkadang kita senangnya minta ampun ketika ada chat masuk padahal chat tersebut baru chat orderan, bukan chat transferan 🙂 . Nah, masalahnya, tidak semua chat orderan yang masuk itu berujung pada closing, pasti ada saja yang php dan tidak jadi transfer. Lantas, bagaimana kah teknik follow up agar cepat terjadi closing? Berikut mimin jabarkan artikel singkatnya, simak baik-baik ya…

Teknik Jitu Follow Up agar Cepat Closing

1#. Teknik Pengandaian YA

Teknik ini merupakan teknik yang paling banyak digunakan oleh pengusaha online saat ini. Para admin mungkin secara tidak sadar sudah menerapkan teknik ini. Dengan teknik ini anda harus selalu mengandaikan calon pembeli anda itu meng “IYA” kan keinginan kita. Untuk lebih jelasnya, simak contoh berikut ini.

Misal, anda menjual kerudung kemudian ada konsumen yang order dan chat dengan kalimat seperti ini :

Pembeli : Min, saya mau order kerudung. Bagaimana Caranya?

Kemudian admin membalas tata cara dan sebagainya se detail mungkin. Namun, setelah 24 Jam, ternyata pembeli tidak transfer juga. Nah, kita-kira admin harus follow up dengan cara bagaimana?

Apakah seperti ini…

Admin : Bagaimana mba? jadi membeli tidak?

Tentu jika menjawab seperti itu kita seolah-olah mengandaikan bahwa pembeli “tidak” menjadi membeli. Pasti besar kemungkinan pembeli akan menjawab tidak atau menjawab dengan alasan ngeles.

Jika anda menjawab seperti itu, kemungkinan akan gagal closing dan yang lebih parahnya lagi, orang yang tadinya mau membeli jadi mengurungkan niatnya karena menjadi ragu.

Coba jika admin membalas seperti ini…

Admin : Pagi (nama pembeli), kira-kira mau transfer ya? kami telah siapkan barangnya 🙂

Disini admin mengandaikan bahwa si pembeli “AKAN TRANSFER”, hanya masalahnya kapan?

Disini kita tidak memberi pilihan ya atau tidak kepada calon pembeli, jadi kemungkinan untuk closing akan lebih tinggi.

Nah, sebenernya ini sepinter-pinternya kita saja sih… semakin kreatif maka semakin joss hasilnya… Mimin kasih contoh jawaban lain misalnya…

Contoh 1 : Sore (nama pembeli), kira-kira mau transfer ke bank mana mba? Kami menyediakan beberapa opsi pembayaran agar mba lebih mempermudah. Bisa juga bayar lewat indomaret lho mba 🙂

Contoh 2 : Pagi mba, kan mba mau transfer hari ini nih, kebetulan sekali khusus pembeli hari ini kami berikan bross cantik khusus 10 pembeli tercepat.  Segera kabari jika sudah transfer ya 🙂

Biasanya, text follow up dikirim H+1 setelah chat orderan masuk. Hal ini berfungsi untuk mengingatkan kembali calon pembeli agar mereka cepat transfer.

2#. Teknik SKSD

Setiap manusia pasti menyukai perhatian. Hal ini sudah menjadi naluri sejak kita lahir. Nah, dalam dunia penjualan ini juga ternyata bisa dimanfaatkan. Jika kalian pergi kepasar suka nemuin penjual yang SKSD gak? Ya.. mereka itu Sok Kenal Sok Dekat. Mereka menawarkan barang dengan cara mengangap kita orang dekat mereka, misal, bu haji ini kerudungnya cocok banget deh, coba liat-liat dulu…

Secara tidak langsung mereka menganggap kita sudah naik haji, padahal kenal pun belum kok bisa sok tahu? Yakk, mereka itu sok dekat dan sok kenal…

Namun ternyata hal ini cukup berhasil, banyak pembeli menjadi senang dan merasa happy yang akhirnya mereka melihat-lihat dulu kerudung yang ditawari tadi dan jika cocok akhirnya mereka membeli.

Nah, teknik ini juga bisa diterapkan pada bisnis online lho… Ketika kita chatting dengan calon pembeli, kita bisa berperan sebagai teman konsultan mereka.

Contoh 1 : Bagaimana bunda, bagaimana kabarnya? semoga salam keadaan sehat selalu. Apakah bunda mengalami kesulitan dalam melakukan pembayaran? jika ada yang perlu dibantu boleh hubungi kami mba 🙂

Contoh 2 :

Misal pembeli tidak jadi membeli karena alasan berikut

Pembeli : Maaf mba, saya tidak jadi order karena ada keperluan lain.

Nah, disini anda bisa berperan menjadi konsultasi bagi mereka seperti contoh berikut…

Admin : Oh tidak apa-apa mba (nama pembeli), mba boleh transfer lain waktu setelah mba mendapat rezeki, aamiin :), namun, jika boleh tahu ada keperluan apa mba? mungkin kami bisa memberi solusi terbaik…

Pembeli : Begini mba, Suami saya belum memberikan uang karena gajinya telat.

Admin : oh begitu… saya paham betul masalah mba, kami tidak memaksa untuk transfer hari ini kok mba, nanti saja setelah mba bisa membayar. Boleh hubungi kami jika nanti transfer ya 🙂 barangnya kami siapkan dan harganya masih tetap kok mba 🙂

Pembeli : baik mba, terima kasih..

Nah sampai sini mungkin si pembeli akan merasa lega sekaligus senang terhadap kita. Kemungkinan besar si pembeli akan transfer dilain hari. Meskipun awalnya hanya ngeles jika service kita maksimal maka mereka pun akan berfikir ulang.

Nah, agar semakin mantap.. jangan lupa baca artikel ini

Sekian artikel kali ini… semoga bermanfaat bagi kalian. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ditanyakan, anda bisa meninggalkan komentar dibawah.

Jangan lupa share ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here