Cara Kerja Sistem Reseller

Cara Kerja Sistem Reseller

Setelah kemarin kita membahas terkait dengan dropship, maka sekarang kita akan membahas terkait dengan reseller, apa yang membedakan reseller dengan dropship, dan cara kerja dari sistem reseller itu sendiri.

Baik, langsung saja. Apa itu reseller? Dari segi Bahasa reseller diambil dari kata ‘re’ yang artinya kembali, dan ‘seller’ yang artinya penjual. Jadi bisa diartikan kurang lebih menjual kembali. Dari segi istilah reseller adalah sebuah kelompok atau perorangan yang membeli suatu barang atau produk dengan tujuan untuk menjualnya kembali. Bukan untuk dikonsumsi atau digunakan sendiri, melainkan untuk dijualnya kembali, yang berguna untuk mendapatkan profit atau keuntungan dari hasil penjualan.

Lalu apa yang membedakan antara reseller dan dropship? Membedakan keduanya sangatlah mudah, jika anda seorang reseller, anda diwajibkan untuk stok barang. Artinya, anda harus mengeluarkan sejumlah uang atau membeli barang yang ingin anda jual. Anda bisa membeli barang dari distributor atau supplier yang anda percayai.

Sedangkan dropship sebaliknya, anda tidak harus mengeluarkan uang sama sekali dan menyetok barang sama sekali, cukup bermodalkan foto, katalog, price list atau harga barang untuk menjualnya kepada konsumen.

Bagaimana cara kerja sistem reseller? Seorang reseller harus membeli terlebih dahulu suatu barang dari mana saja, bisa dari pihak produsen, supplier, distributor, agen, toko grosir, atau reseller lainnya. Kemudian seorang reseller menstok berbagai barang atau persediaan yang akan diperjual belikan. Barang tersebut di promosikan dan di jual kembali dengan harga yang relatif lebih tinggi dari harga pembelian sebelumnya. Misalnya, jika distributor menjual 1 lusin pakaian dengan harga 1 juta, sedangkan harga pasarannya adalah 100 ribu/pcs. Jika reseller dapat menjualnya sampai habis, dari total 12 pcs, maka akan mendapatkan Rp. 1.200.000,- itu artinya reseller mendapatkan keuntungan 200 ribu. Dan biasanya seorang reseller mendapatkan keuntungannya lebih besar daripada keuntungan sebagai dropshipper.

Lalu apa saja keuntungan menjadi seorang reseller? Jika anda berhasil mengembangkan bisnis reseller, maka anda akan merasakan beberapa keuntungan, diantaranya:

  1. Komunikasi pelanggan yang erat. Dimana sebagai seorang reseller, anda akan menjadi jembatan komunikasi dengan para pelanggan. Sehingga komunikasi yang erat akan membuat pelanggan merasa nyaman membeli barang dengan anda dan memungkinkan untuk membelinya kembali.
  2. Menghemat waktu dalam berbisnis. Artinya anda tidak perlu repot memikirkan dalam hal produksi, anda hanya perlu melakukan komunikasi dan pemasaran.
  3. Peluang keuntungan lebih besar. Jika anda bekerjasama dengan supplier, dengan membeli banyak produk sekaligus, maka kemungkinan besar supplier akan memberikan harga lebih murah dan mungkin saja akan mendapatkan bonus lainnya. Hal ini, anda dapat berpeluang mendapatkan keuntungan yang lebuh besar.

Untuk menjadi seorang reseller tentunya tidak mungkin jika tidak mengeluarkan modal sama sekali, artinya anda mesti membutuhkan modal berupa uang untuk membeli produk dan menyetok barang yang akan anda jual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai, ada yang bisa kami bantu?