Strategi Whatsapp Marketing Jitu #2

Strategi Whatsapp Marketing Jitu #2

Sudah kita ketahui bahwa sekitar 3 tahun yang lalu, sosial media raksasa Facebook membeli WhatsApp seharga $19 Miliar atau jika kita konversi ke rupiah menjadi sekitar 225 Trilyun rupiah. Tentunya harga tersebut bukanlah harga yang murah dan pasti Facebook sudah memikirkan potensi apa saja yang ada pada WhatsApp sebelum membeli dengan harga fantastis tersebut. Dan dapat kita buktikan pada tahun ini, WhatsApp menadi salah satu pemimpin aplikasi platform, dan bahkan aplikasi ini secara tidak langsung menggeser tahta sebuah layanan yang sudah bertahun – tahun berjaya yaitu SMS (Short Message Service). Saat ini, hampir seluruh orang mempunyai whatsapp dan secara aktif menggunakan layanan dari platform yang dibeli oleh facebook tersebut. Lebih dari jutaan orang menggunakan whatsapp setiap harinya, dan ini menjadi salah satu ladang gurih bagi seorang pebisnis seperti kita. Kita harus dapat memanfaatkan potensi tersebut dengan Strategi WhatsApp marketing.

Ada beberapa strategi WhatsApp marketing yang bisa kita terapkan dalam bisnis yang kita jalani, yaitu :

  • Buatlah Target WhatsApp Marketing

Target pertama yaitu kita harus mendapatkan tiga hal yaitu prospek peminat, jualan dan testimoni. Untuk mendapatkan ketiga hal itu kita setidaknya harus memiliki minimal 500 kontak whatsapp. Jika kita sudah memiliki hal tersebut, sudah dapat dipastikan bisnis kita akan lebih cepat berkembang.

  • Alur Bisnis

Alur bisnis ini wajib kita ketahui oleh seluruh tim Costumer Service yang kita miliki agar terhindar dari kesalahan teknis. Contohnya adalah miskomunikasi, chat berantakan, chat terlalu lama, dan sebagainya. Maka dari itu, kita buat alur bisnis sederhana seperti ; pengelompokan chat order, Pengerjaan dengan cepat, Closing.

  • Chat satu per satu

Seperti halnya media umum lainnya, kita bisa mengobrol secara eksklusif pada konsumen kita. Pada fitur WhatsApp, kita bisa menelpon atau video call atau merekam audio untuk dikirim pada konsumen kita. Jika kita memaksimalkan ketiga fitur diatas, maka dapat dipastikan presentase penjualan kita akan meningkat dengan pesat.

  • Broadcast

Ketika kita memiliki ratusan chat masuk perhari dan arus transaksi penjualan terjadi secara cepat, maka dengan broadcast lah kita bisa menghemat waktu dan energi dalam menjalankan bisnis kita. Misalnya, daripada kita mengirim resi satu persatu per chat, maka akan lebih efisien jika kita broadcast secara langsung ke seluruh konsumen kita.

  • Grup

Dalam menjalankan bisnis online akan lebih efisien jika kita memiliki grup khusus para member atau reseller daripada kita mengedukasi mereka satu per satu. Grup juga bisa kita gunakan dalam mengumpulkan calon konsumen terlebih dahulu,  lalu kita kirim produk kita dalam grup tersebut jika sudah memiliki anggota grup yang cukup banyak.

Itu lah beberapa strategi whatsapp marketing yang bisa kita jalankan dalam bisnis kita.

Perencanaan Teknik Closing

Perencanaan Teknik Closing

Teknik closing tentu saja memiliki peran yang sangat sangat penting dalam proses penjualan. Bagaimana tidak, peran teknik closing sangat vital karena memang closing lah yang akan menjadi titik penentu apakah terjual atau tidaknya produk yang kita tawarkan.

Karena itu lah mengapa seorang penjual terkhusus bagi kita para penjual online, wajib dan harus menguasai teknik closing.

Seberapa penting sih teknik closing itu ? Pasti beberapa dari kita sering menanyakan pertanyaan tersebut. Jawabanya yaitu PENTING PAKE BANGET. Kita akan merasakan perbedaanya setelah kita menerapkan teknik closing. Penjualan pasti akan meningkat dan konsumen pun akan bertambah semakin banyak. Itulah tujuan utama dari closing. Agar dari promosi yang kita lakukan bisa meningkatkan konversi penjualan.

Misal, jika sebelumnya kita menawarkan produk ke 500 orang dan hanya terjual 50 orang saja. Maka dengan teknik closing yang tepat, kita bisa menjual paling tidak 300 sampai 400 produk kepada konsumen. Keren bukan ?

Perencanaan Yang Matang

Dalam proses jualan itu sudah pasti kita perlu perencanaan atau planning yang matang. Jika diawali dengan perencanaan yang matang maka resiko kita gagal bisa diminimalisir. Perencanaan atau planning ini bisa berupa riset produk, riset target market, hingga kita bisa memperkiraan untung atau rugi. Agar kita dapat melakukan perencanaan atau planning yang matang, maka kita harus bisa menjawab 2 pertanyaan dibawah ini :

  1. Kenapa Orang Lain Harus Membeli Produk Kita

Satu dari sekian banyak cara efektif supaya orang mau membeli produk kita adalah dengan memberikan kelebihan. Dengan membuat produk kita mempunyai kelebihan ekstra dibanding produk yang sejenis, maka calon konsumen punya alasan yang kuat untuk membeli produk kita. Contohnya pengiriman satu hari sampai, lebih banyak varian rasa atau warna, tanpa bahan pengawet, dan sebagainya.

  1. Apa alasan mereka harus membeli produk kita sekarang

Dalam setiap penawaran, kita pasti sering dihadapkan dengan banyaknya penawaran tapi tidak semua penawaran itu berakhir closing. Terasa sangan menyenangkan sekali jika setiap penawaran berakhir closing, tapi tidak semudah itu ferguso. Pasti ada beberapa calon konsumen yang menunda atau bahkan tidak jadi dalam membeli produk kita, contohnya adalah mereka masih ragu dengan kualitas produk kita, atau belum ada uang, tidak percaya dengan penjualnya dan sebagainya. Maka dari itu, agar mendapatkan kepercayaan dari calon konsumen ada beberapa strategi yang bisa diterapkan dalam penawaran, yaitu penawaran terbatas. Contohnya :

  • Promo hanya berlaku 24 jam dari sekarang
  • Diskon khusus hari ini
  • Stok terbatas, siapa cepat dia dapat

Saatnya Closing

Closing itu pasti ada waktunya, jangan sampai orang baru bertanya tentang produk kita, langsung kita suruh beli atau transfer. Bisa dipastikan cara ini tidak akan efektif. Maka dari itu kita harus paham seperti apa konsumen yang benar-benar siap untuk closing dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Secara singkat, ciri konsumen yang siap untuk di closing adalah konsumen yang mulai antusias dan banyak bertanya. Maka itu lah waktu yang tepat untuk closing.

Pengertian Digital Marketing #2

Pengertian Digital Marketing #2

Digital berasal dari kata Digitus yang dalam bahasa Yunani dapat diartikan menjadi jari jemari. Seluruh sistem yang ada di dalam komputer sudah pasti menggunakan sistem digital sebagai basis data. Basis data bisa disebut juga sebagai istilah Bit atau juga Binary Digit.

Marketing adalah suatu aktivitas atau kegiatan, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelangga, klien, mitra, dan masyarakat umum. (American Marketing Association, “About AMA: Definition of Marketing: 29 Januari 2016)

Jika kita sering melihat sebuah brand, produk atau perusahaan melakukan iklan atau kampanya di dunia online atau juga kita sering melihat perusahaan atau pelaku bisnis UKM yang mempunyai website dan akun sosial media. Maka dapat dipastikan bahwa hal-hal tersebut kita bisa panggil dengan Digital Marketing.

Digital Marketing adalah suatu kegiatan atau usaha untuk melakukan sebuah pemasaran milik brand atau produk atau perusahaan melalui internet atau dunia digital. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjangkau konsumen atau pun calon konsumen secara cepat, luas, dan tepat waktu tentunya.

Digital Marketing adalah sebuah upaya untuk mempromosikan produk/brand terntentu via media internet. Sebagai contoh cara promosi melalui iklan di Website, Sosial media seperti instagram, twitter, facebook, youtube atau pun media sosial lainnya.

Ada beberapa aturan-aturan umum dalam pemasaran digital atau digital marketing, yaitu :

  1. Menggunakan harga yang kreatif
  2. Mengutamakan tampilan desain agar menarik calon konsumen
  3. Menargetkan satu segmen per kampanye

Langkah langkah yang paling sering dilakukan dalam digital marketing adalah AIDA (Awarness, Interest, Desire, dan Action)

Awarness (Kesadaran)

Dalam dunia digital, pemasaran harus membangun kesadaran bagi konsumen atau calon konsumen dengan memasang iklan terlebih dahulu di media online.

Interest (Ketertarikan)

Ketertarikan pasti muncul setelah terbangun kesadaran terhadap konsumen atau calon konsumen. Melalui sistem online, konsumen atau calon konsumen mencari informasi tentang produk kita melalui search engine atau mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, dll dan juga bisa melalui sosial media seperti facebook, instagram, twitter, dll. Melalui sistem offline, konsumen atau calon konsumen mencari tahu informasi produk kita dengan mendatangi pasar, mall atau bertanya ke kerabat atau teman.

Desire (Keinginan)

Keinginan untuk mencoba atau membeli produk kita muncul pada konsumen setelah mereka sebelumnya memiliki ketertarikan pada produk kita.

Action (Tindakan)

Ini adalah bagian terakhir sebagai titik penentuan di pihak konsumen atau calon konsumen terhadap produk kita, apakah dia akan membeli atau tidak.

Kesimpulan :

Marketplace atau pasar digital adalah tempat terjadinya komunikasi dua arah. Untuk memperoleh komunikasi dua arah tersebut maka merk atau brand harus melakukan positioning terlebih dahulu. Positioning dapat dilakukan melalui berbagai macam media, yaitu forum, blog, website, dan yang paling efektif karena dapat berkomunikasi secara langsung dengan konsumen adalah melalui media sosial.

Kenapa Harus Closing?

Kenapa Harus Closing?

Jika kita sering melihat pintu yang sedang terbuka di rumah kita (biasanya pintu itu tertutup supaya tidak ada serangga atau nyamuk masuk ke dalam rumah), apa yang biasa kita lakukan ? Jika kita melihat sebuah pintu mobil terbuka dan semua penumpang sudah masuk lalu mesin sudah menyala, apa yang kita lakukan ?

Jawabannya sudah dapat dipastikan yaitu kita pasti menutup pintu tersebut. Buat apa ditutup ? pastinya untuk tujuan tertentu. Sama hal nya dengan ketika kita berkunjung ke rumah teman kita, jika kita telah selesai mengunjungi rumah teman tersebut dan saat akan pulang, pasti kita akan menutupnya dengan berpamitan. Akan sangat aneh jika kita tiba-tiba pulang tanpa berkata apa – apa, langsung saja pergi. Pasti kita akan disangka sedang ada masalah dengan teman tersebut. Itu lah pentingnya dari sebuah penutupan.

Closing berasal dari kata close yang memiliki arti menurut kamus yaitu: menutup rapat atau akrab / dekat. Di dalam dunia marketing istilah closing lumrah digunakan untuk menunjukkan sebuah keberhasilan dalam penawaran, penjualan atau pun proposal. Terkhusus dalam proses transaksi jual / beli, closing dapat diartikan sebagai menutup sebuah penjualan, karena bagi seorang penjual, tujuan akhir dari proses jual bali yaitu adanya penjualan.

Dalam dunia network marketing, Closing bukanlah akhir dari sebuah transaksi penjualan seperti industri marketing dalam umumnya, tapi closing dalam dunia network marketing artinya itu adalah sebuah pintu awal dari sebuah komitmen untuk konsisten menjalankan bisnisnya, konsisten dalam mengkonsumsi produknya, dan selalu siap untuk mempelajari hal baru demi menggapai impian melalui bisnis network marketing.

MENGAPA HARUS CLOSING ?

Coba bayangkan bagaimana rasanya jika ada seseorang yang sedang dalam masa pendekatan atau sering kita sebut dengan PDKT, lalu sebagai orang yang di dekati, kita sudah memberikan kode – kode dan sinyal – sinyal positif untuk melanjutkan ke tahap yang lebih serius. Kita sudah memberikan lampu hijau, kita sudah menunjukkan bahwa kita tertarik terhadap dirinya, tetapi orang yang mendekati kita tersebut tidak memiliki keberanian untuk  meng”Closing” hubungan yang sedang kita jalani. Pasti seiring berjalannya waktu, kita akan merasa malas untuk melanjutkan hubungan dalam ketidak jelasan ini. Kita merasa bahwa tidak ada keberanian, kejelasan apa lagi keseriusan yang kita rasakan dari orang tersebut.

Itulah yang dirasakan oleh calon konsumen jika kita terlalu lama meng closing mereka. Ketika calon konsumen sudah menanyakan no rekening untuk di transfer, kita malah mengabaikan pesan dari calon konsumen tersebut dan malah asyik menjelaskan produk kepada konsumen baru misalnya. Maka dari itu, kita harus tau kapan waktu yang tepat untuk melakukan closing agar omset dan profit bisnis kita dapat meningkat.

Tips Membuat Landing Page #2

Tips Membuat Landing Page #2

Dalam membuat landing page, tentu saja kita tidak bisa asal-asalan dalam membuatnya, bukanya kita mendapatkan closing dari landing page yang kita buat, malah kita tidak mendapatkan pengujung pada landing page kita karena kita membuatnya asal-asalan. Maka dari itu, pada artikel kali ini, kita akan membahas apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah landing page agar landing page kita dapat mendatangkan banyak closing sehingga keuntungan kita meningkat.

  1. Konsisten

Landing page yang powerful dan efektif diwajibkan memiliki konsistensi, konsistensi dalam hal apa saja? Tentu saja konsisten dalam isi dari konten instrument digital marketing yang ada pada landing page kita, contohnya jika pada banner kita menawarkan gratis ongkos kirim pada produk kita tapi dalam website yang ada malah diskon 5%, ini yang disebut tidak konsisten. Maka sebaiknya jika pada banner terdapat informasi gratis ongkos kirim, maka dalam website, social media, dan lainnya pun harus terdapat informasi gratis ongkos kirim pula.

  1. Deskripsi

Deskripsi merupakan hal yang paling penting dalam sebuah landing page, jika landing page kita memiliki deskripsi yang terlalu panjang dan berbelit-belit, maka dapat dipastikan bahwa tidak akan ada proses closing pada landing page tersebut karena pengguna atau pengunjung akan merasa malas dengan teks yang terlalu panjang dan berbelit-belit pada landing page kita. Maka dari itu kita harus bisa menyajikan hal-hal penting saja yang kita masukkan dalam deskripsi landing page kita.

  1. Menyita Perhatian

Landing page yang berkualitas tentu saja harus bisa menyita perhatian pengunjungnya minimal 5 detik pertama saat sang pengunjung mengunjungi landing page kita. Maka dari itu muncul lah istilah Unique Value Preposition (UVP). Unique Value Preposition (UVP) ini menampilkan pesan yang singkat, padat dan jelas yang dapat meyakinkan sang pengunjung landing page kita sehingga dia yakin bahwa produk kita itu berbeda, berkualitas dan layak untuk dibeli. Seperti halaman pertama pada koran, sebuah landing page yang efektif dan powerful mampu membuat sang pengunjung hanya terfokus pada landing page kita meskipun ia sedang melakukan aktivitas lain. Hal lain yang perlu diperhatikan agar landing page kita dapat menyita perhatian pengunjung adalah dengan memasukkan gambar (foto atau screenshot) pada landing page yang kita buat. Gambar memberikan warna tersendiri pada landing page kita agar tidak terlihat terlalu monoton jika hanya dengan teks saja. Gambar juga mampu menarik perhatian para pengunjung landing page kita jika kita menggunakan orang yang sedang tersenyum sambil menggunakan produk yang kita jual.

 

Nah, dari ketiga informasi singkat diatas saja, kita sudah mampu membuat sebuah landing page yang powerful dan efektif yang dapat meningkatkan omset dan profit dari produk yang kita jual.

Perbedaan Landing Page dan Website

Perbedaan Landing Page dan Website

Landing page sebenarnya merupakan istilah yang telah lama ada di dunia digital marketing. Tetapi dari begitu banyaknya pelaku bisnis di dunia internet marketing, terutama untuk mereka yang masih awam, ada beberapa yang masih belum paham apa itu perbedaan antara Landing Page dan Website. Secara sekilas, antara Landing Page dan Website itu terlihat sama, tetapi sebenarnya kedua hal tersebut memiliki fungsi dan maksud yang berbeda. Nah, maka dari itu, kita akan bahas apa saja perbedaan antara Landing Page dan Website.

  1. Tujuan

Perbedaan yang paling mencolok antara landing page dan website ada pada tujuan pembuatan halaman itu sendiri. Website biasanya dibuat sebagai halaman untuk mempresentasikan bisnis atau usaha milik seseorang atau perusahaan agar memudahkan pengguna atau orang-orang yang mencari informasi bisnis atau usaha tersebut. Website pula bisa digunakan sebagai alat untuk memperkenalkan bisnis atau usaha kepada masyarakat internet dan untuk meningkatkan jumlah pengunjung website atau traffic tersebut. Sedangkan landing page dibuat dengan tujuan lebih detail dan spesifik, contohnya untuk menawarkan penawaran terbatas, mengumpulkan subscriber, info pendaftaran suatu event, dan menyebarkan e-book.

  1. Audiens

Website digunakan untuk menyaring audiens yang lebih luas karena tujuan website adalah agar lebih mudah ditemukan. Sedangkan untuk audiens landing page, memiliki audiens yang lebih khusus yaitu hanya orang-orang yang mengujungi halaman landing page kita melalui link atau CTA (Call to Action) yang kita berikan kepada mereka secara langsung sehingga kita bisa mendapatkan audiens yang lebih tersaring dan tertarget.

  1. Konten

Salah satu hal paling penting supaya website kita ada di peringkat pertama mesin pencarian internet seperti google, bing, yahoo, dan sebagainya tidak lain dan tidak bukan adalah konten. Tentu saja dan pastinya konten yang positif, menarik, dan memiliki manfaat lebih digemari para pengunjung website. Website umumnya mempunyai beberapa halaman terpisah yang didalamnya ada home, blog, about us, detail product, pricing, dan lain-lain. Sedangkan kalau konten untuk landing page itu biasanya hanya memiliki satu hal yang khusus yaitu Call to Action. Memang terkadang dalam sebuah website ada sebuah Call to Action, landing page tetap diperlukan agar para pengunjung menjadi terarah dan tidak teralihkan perhatiannya pada hal atau konten lain. Contohnya, ketika kita memberikan promo gratis ongkos kirim dan diskon 10%, membuat sebuah landing page khusus untuk hal tersebut itu lebih baik adanya ketimbang menambahkan halaman khusus pada website kita.

  1. Desain

Perbedaan antara landing page dan website tentunya sudah sangat jelas terlihat pada desain tampilan. Tampilan desain pada website cenderung memiliki banyak menu dan pilihan untuk dipilih sedangkan untuk tampilan desain landing page hanya memberikan penjelasan detail seputar penawaran yang ditawarkan.

Nah, dari empat informasi diatas, tentunya kita sudah bisa membedakan yang mana landing page, yang mana website. Secara singkat, website itu berisi tentang berbagai halaman yang menjelaskan suatu hal secara luas, sedangkan landing page berisi tentang satu hal spesifik saja.

 

6 Macam Teknik Closing

6 Macam Teknik Closing

20% orang beli karena LOGIKA, dan 80% orang beli karena EMOSI. Fakta tersebut akan kita jadikan sebagai pacuan dalam membahas macam-macam teknik closing dibawah ini. Apa saja teknik closing yang dapat meningkatkan penjualan?

  1. Memberikan Testimoni yang Meyakinkan

Masyarakat pada umumnya akan percaya pada suatu hal jika hal tersebut ada buktinya. Tanpa adanya bukti, pasti kita akan sulit meyakinkan orang – orang untuk membeli produk kita. Dalam proses jual beli, bukti yang paling bagus sudah dipastikan adalah testimoni dan rekomendasi dari orang yang sudah membeli dan merasakan manfaat dari produk kita.

  1. Memberikan Banyak Keuntungan

Hal apa saja yang konsumen dapatkan setelah mereka membeli produk dari kita? Manfaat, keuntungan, kemudahan, atau bahkan kerugian. Sudah dapat dipastikan bahwa setiap konsumen yang membeli sebuah produk, ingin mendapatkan manfaat dan atau kemudahan dari produk yang mereka beli. Maka dari itu, kita harus pintar – pintar dalam menawarkan manfaat, kemudahan, dan keuntungan apa saja yang akan konsumen dapatkan jika mereka membeli produk dari kita.

  1. 3 Keuntungan Dalam 1 Penawaran

Bahasa kerennya adalah teknik 3 in 1. Dengan memberikan 3 keuntungan sekaligus di dalam sebuah penawaran, biasanya calon konsumen akan menyukai produk yang akan kita tawarkan tersebut.

  1. Now or Never

Teknik Now or Never ini termasuk dalam teknik penawaran terbatas yang sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya. Teknik ini secara tidak langsung memaksa calon konsumen untuk melakukan transaksi pembelian pada saat itu juga dan bisa menghilangkan kebiasaan calon konsumen dalam menunda pembelian.

  1. Harga Coret

Teknik harga coret ini sebenarnya adalah teknik yang sudah lama dipakai sebelum adanya internet, bisa dibilang teknik ini adalah teknik jadul. Tapi meskipun teknik ini adalah teknik jadul, keampuhan teknik ini tak perlu ditanyakan lagi. Sampai saat ini pun, teknik harga coret terbukti masih menjadi teknik pilihan para penjual dalam membandrol harga. Jika dibandingkan dengan membandrol harga dengan angka biasa, harga coret justru terlihat lebih menarik dan emosional di mata konsumen. Apalagi jika perbedaan harga coret dan harga asli terpaut cukup jauh, sudah dapat dipastikan calon konsumen akan rebutan untuk membelinya.

  1. Berikan Pujian

Sudah menjadi sifat dasar manusia bahwa kita cenderung suka jika kita diberi pujian oleh orang lain. Sifat dasar ini lah yang akan kita gunakan untuk mempercepat terjadinya proses closing. Ketika ada calon konsumen bertanya kepada kita, kita bisa menyelingi pembicaraan tersebut dengan hal-hal yang berbau pujian. Katakan bahwa kita kagum, terkesan dan berterima kasih kepada calon konsumen tersebut.

Nah, itu lah 6 teknik closing dari sekian banyaknya teknik closing yang ada di dunia maya. Apabila kita dapat menerapkan salah satu saja teknik closing yang tepat pada momen yang tepat, maka dapat dipastikan bahwa proses penjualan kita dapat berakhir dengan closing.

2 Pokok Utama Teknik Closing

2 Pokok Utama Teknik Closing

Dalam teknik closing, dari berbagai teknik dan metode yang telah dijelaskan di artikel – artikel sebelumnya. Ada 2 pokok utama yang harus dijadikan landasan agar kita bisa closing secara efisien.

  1. Membangun Kepercayaan / Building Trust

Syarat yang paling utama dalam sebuah closing yang sukses adalah dengan terbangunnya sebuah kepercayaan dari calon konsumen kepada kita sehingga calon konsumen tersebut yakin dan tidak ragu lagi terhadap produk yang kita jual. Dalam membangun sebuah kepercayaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

a. Latar Belakang Seseorang

Pada umumnya, banyak orang yang melihat dahulu siapa dan apa yang dibawa oleh seseorang sebelum menentukan sikap dan reaksi terhadap orang tersebut. Itu lah sebabnya, sebelum melakukan closing, kita harus memperhatikan penampilan kita baik itu penampilan diri, toko, atau pun produk yang akan dijual. Jangan sampai apa yang ditampilkan terhadap calon konsumen tersebut kita presentasikan secara asal – asalan saja. Sudah dapat dipastikan bahwa presentase closing akan turun secara drastis.

b. Kemiripan / Keakraban

Untuk membangun sebuah kepercayaan, sebuah strategi yang paling sering digunakan adalah strategi kemiripan atau keakraban. Contohnya, apabila kita dan calon konsumen berasal dari daerah yang sama, ada teman yang kenal satu sama lain, atau pun komunitas yang sama, dll.

c. Kongruen

Dalam membangun sebuah kepercayaan pasti dibutuhkan namanya kongruen atau kita sebut sebagai ekspresi kata – kata, bahasa tubuh dan intonasi yang sesuai, sehingga orang percaya. Jika percakapan terjadi melalui media online atau chatting, maka yang harus diperhatikan adalah pemilihan kata yang sesuai. Jangan sampai kita menggunakan kata yang disingkat – singkat, menggunakan bahasa daerah atau lokal karena tidak semua konsumen kita berasal dari daerah yang sama. Dan satu hal yang paling fatal adalah jangan sampai kita menggunakan kata – kata alay yang berlebihan sehingga membuat konsumen kita merasa risih dan terganggu dengan bahasa yang kita gunakan. Dapat dipastikan bahwa calon konsumen kita akan kabur dan proses closing pun tidak akan terjadi. Maka dari itu, gunakanlah bahasa Indonesia dengan penggunaan kata yang baik dan benar.

  1. Memberikan Solusi atas Masalah atau Kebutuhan Calon Konsumen (Hot Buttonnya)

Sebelum melakukan closing, akan sangat membantu bila kita bisa mengetahui apa faktor motivasi utama (FMU) calon konsumen kita. Agar kita dapat mengetahui faktor motivasi utama (FMU) calon konsumen kita tersebut, kita jangan sampai mengira – ngira, kerena pasti setiap orang mempunyai prioritas dan kebutuhan yang berbeda – beda.

Dari dua konsep mindset diatas, dapat kita simpulkan bahwa ternyata dalam teknik closing ada hal –hal yang harus kita perhatikan saat proses transaksi dengan calon konsumen. Semakin kita mengerti apa yang di inginkan oleh mereka, maka semakin besar pula presentase closing yang akan kita dapatkan.

Teknik Closing Sales yang Jitu #3

Teknik Closing Sales yang Jitu #3

Oke temen temen setelah sebelumnya kita membahas tentang Teknik closing online, kali ini kita coba melanjutkan pembahasan lebih mendalam tentang Teknik closing sales yang jitu beserta dengan contoh – contoh kasus yang biasa kita temukan sehari – hari dalam proses transaksi atau pembicaraan dengan calon pembeli atau juga customer,

1. BERI BANYAK KEUNTUNGAN

Saya yakin semua calon pembeli atau customer kita ingin mendapatkan keuntungan dan kemudahan ketika membeli produk kita, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung.

Contoh kasus keuntungan secara langsung :

Pembeli : mas, barang nya sudah sampai nih , saya langsung coba kaos nya, enak yah adem bahanya, design nya juga sesuai dengan gambar yg ada di Instagram. Terima kasih ya mas.

Contoh kasus keuntungan secara tidak langsung :

Pembeli : mas barang nya sudah sampe, mantap mas proses pengiriman nya cepat , di tambah free give away gelang karet nya keren banget, terima kasih mas.

2. BUKTI YANG MEYAKINKAN

Bukti yang meyakinkan adalah salah satu factor penting juga dalam terjadi nya closing.

Contoh :

Pembeli : mas ini barang nya bener kan? Warna nya Sesuai dengan real pict di shopee kan?

Penjual : ya mbak betul sekali, kalo berkenan silahkan mbak cek testimoni dari customer customer kita sebelumnya , dan juga model iklan endorsement kita, boleh di cek di ig kita mbak search saja @nyonyamenor

3.BERI PUJIAN

Dalam Teknik closing online , memberi pujian kepada customer adalah hal yang wajar-wajar saja. Asal tidak berlebihan , demi tercapai nya sebuah transaksi jual beli, kalian bisa pakai Teknik closing sales jitu yang satu ini.

Contoh :

“wah pasti cocok mbak , soalnya badan mbak kan tinggi semampai, cock dengan bahan kita yg fit to body”

“tuh kan bu , kalo di coba dulu pasti keliatan cocok apa engga nya, warna hijau ini cocok di ibu, keliatan fresh aja gitu bawaan nya”

4.PRODUK TERLIHAT MURAH

Caranya kita sebagai penjual harus bisa mem bagi harga jual kita dengan konsep waktu, seperti hari,minggu, bulan atau tahun. Berapapun harga jual produk kita.

Contoh:

Harga jual ban luar merk “pageuh” di bandroll Rp.300.000

“hanya perlu membayar Rp10.000 per hari selama 30 hari kedepan , bapak bisa mendapatkan ban merk pageuh ini selama 2tahun!!”

Nah temen temen semua , itulah beberapa  Teknik closing sales yang jitu , di pembahasan berikutnya kita akan membahas tentang artikel artikel yang tidak kalah seru dan pasti kalian butuhkan , apa lagi buat kalian pelaku bisnis online,  Terima kasih

Apa itu Landingpage?

Apa itu Landingpage?

Selamat datang kembali teman teman, kali ini kita akan mencoba membahas tentang landing page, pengertian landing page itu sendiri adalah , sebuah halaman yang akan mucul jika di klik oleh seseorang dan di arahkan kepada beberapa platform berbeda beda mulai dari web pribadi, web jual beli , social media seperti instagram, blog ataupun messenger tertentu seperti whatsapp. Secara tata bahasa landing page berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti landing = mendarat dan page = halaman, jadi.

Kita banyak menemukan banyak tipe atau jenis jenis website yang berbeda, kemana pun website itu tertuju untuk pertama kali nya , maka itu lah yang di sebut landing page.

Bebrapa narasumber juga memiliki beberapa pendapat tentang arti dari landing page, salah satunya yang kita temui adalah “halaman web mandiri yang digunakan khusus untuk keperluan iklan”

Sumber seperti wikipedia pun merilis pengertian dari landing page itu sendiri, menurut mereka, landing page adalah halaman web tunggal yang muncul sebagai tanggapan terhadap mengklik pada hasil pencarian mesin pencari dioptimalkan, promosi pemasaran, email pemasaran , atau iklan online.

Banyak pengolahan kata yang berbeda tentang arti dan makna landing page itu sendiri, dan pada umumnya landing page di gunakan oleh seseorang yang ingin melakukan hal transaksi jual beli atau perdagangan, karena landing page bisa berfungsi sebagai brosur, promo produk bahkan sebagai alat untuk ber interaksi.

Landing page yang bagus unik dan menarik akan menjadi suatu daya tarik yang cukup signifikan bagi para pengunjung nya, apa lagi jika landing page itu sendiri berisi content atau isi yang bermanfaat bagi orang banyak. fungsi lain dari landing page yang bagus unik dan menarik bagi para pelaku usaha bisnis juga amat sangatlah berpengaruh terhadap penjualan barang yang akan mereka raih.

Selain pengertian dari landing page disini juga kita akan bahas sedikit tentang tujuan dari landing page itu sendiri.

Buat kalian temen temen yang bertujuan untuk pemasaran di search engine optimization atau SEO, dan juga dengan sistem pay per click atau PPC. Jadi jika calon customer kita melakukan search di search engine google, akan otomatis di giring kepada web iklan tertentu.

Terlebih buat kalian pelaku usaha disinilah fungsi memiliki landing page yg unik dan menarik, agar para calon customer kita tertarik untuk datang dan melakukan transaksi atas]u setidak nya  hanya untuk ber interaksi dengan kita.

Itulah sekilas pengertian dari landing page, untuk pengertian , fungsi dan bagaimana cara landing page itu bekerja , akan kita bahas lebih lanjut di artikel artikel kita berikutnya,

× Hai, ada yang bisa kami bantu?