Mengenal apa itu Sistem Agen dan Sistem Reseller

Kita pernah dikenalkan ke dunia bisnis, terlebih jika saat ini bergelut di dunia bisnis, sepertinya anda harus melengkapi pengetahuan sekaligus pemahaman anda terkait beberapa istilah berikut seperti agen dan reseller. Sebetulnya apa sih pengertian dari agen dan reseller itu ? Dalam postingan kali ini kami akan mencoba memberi sedikit pemahaman lebih jauh terkait pengertian dari istilah-istilah tadi. Sekaligus hingga kelebihan-kelebihan dan kekurangannya.

Terkait pengertian agen dan reseller, banyak orang sering menyalahartikannya, dalam arti kata, menanggapi dua istilah berbeda ini dengan makna yang sama. Maka dari itu akan sangat baik jika kita Mengenal Apa Itu Sistem Agen dan Sistem Reseller, terutama jika anda berencana membuka sebuah toko online, bisa juga bisnis penyaluran barang. Dalam hal itu perbedaan dua istilah ini harus dipahami lebih jauh. Berikut adalah penjelasannya :

Sebetulnya baik agen maupun reseller fungsinya tidak jauh berbeda, yaitu untuk menghubungkan antara produsen dengan konsumen. Meskipun begitu, ada prinsip-prinsip yang berbeda.

Pengertian dari Agen

Agen menjadi perwakilan dari sebuah perusahaan dengan tugas menyalurkan sebuah produk secara langsung ke konsumen atau ke sebuah retail. Dalam hal ini fungsi dari agen adalah menjadi perantara antara retailer dengan distributor.

Distributor membawahi sebuah agen. Adapun ciri-ciri dari agen adalah sebagai berikut :

  1. Dibanding distributor, barang yang dijual oleh agen relatif lebih kecil
  2. Cakupan wilayah tidak begitu luas
  3. Melakukan pembelian dalam kuantitas tertentu untuk kembali dijual kepada reseller
  4. Sistem pembelian bisa memakai sistem komisi atau sistem beli putus dengan distributor
  5. Konsumen yang ingin membeli langsung tidak dilayani
  6. Ada peluang menjadi reseller yang diberikan ke masyarakat
  7. Menjual produk kompetitor sangat dilarang
  8. Bentuk usahanya tidak harus disertai izin badan usaha, atau tidak perlu berbadan usaha

Sebagai Contoh :

Buku tulis yang dijual oleh distributor buku menjual produknya itu ke toko A. Dalam perkembangannya, buku-buku itu kemudian oleh Toko A dijual lagi ke sejumlah retail, beberapa toko kecil, kios-kios kecil, bahkan menjual langsung ke konsumen. Selisih harga yang diperoleh dari harga beli dengan distributor menjadi keuntungan yang mereka dapatkan.

Menjadi agen itu ada keuntungannya lho, antara lain :

  1. Keuntungan menjadi agen bisa lebih besar karena beberapa distributor rata-rata hanya menunjuk satu agen resmi saja untuk sebuah kota/daerah.
  2. Tak perlu bersusah payah untuk menjual karena itu bisa dilakukan dengan jasa reseller sehingga makin praktis
  3. Produk yang dijual adalah produk-produk yang diperlukan oleh masyarakat
  4. Karena penjualan dihandle langsung oleh reseller, waktu pun bisa lebih fleksibel
  5. Tidak ada pencapaian yang ditarget

Pengertian dari Reseller

Dalam hal ini posisi agen membawahih reseller. Adapun ciri-ciri tersendiri dari reseller adalah :

  1. Dengan agen, secara langsung reseller melakukan hubungan
  2. Tidak melakukan pembelian barang untuk kembali dijual
  3. Sepenuhnya berfungsi menjadi penghubung. Dalam hal ini ada sejumlah produk yang diambil oleh reseller untuk dijual kembali jika ada calon pembeli. Dalam kondisi tertentu, agen bisa diminta oleh reseller untuk mengirim barang ke individu pembeli
  4. Komisi merupakan bentuk keuntungan yang diperoleh reseller
  5. Sama sekali tidak ada barang dagangan yang disimpan
  6. Produsen lain barang-barangnya diberi izin untuk dijual reseller

Reseller memiliki beberapa Kelebihan antara lain :

  1. Karena perannya resmi sebagai penghubung, tidak memerlukan modal sama sekali (tergantung MOU dengan agen)
  2. Diperbolehkan menjual aneka jenis barang
  3. Bisa dijadikan bisnis sampingan karena waktu yang relatif bebas
  4. Jika terjadi kerusakan pada barang maka resiko atau ruginya terhitung kecil.
  5. Tidak diharuskan mencipta atau menghasilkan merek (barang) sendiri

Nah, sampai disini sudah paham kan? jadi sistem agen dan reseller itu hampir sama, yang membedakan hanyalah posisi mereka dalam piramida penjualan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Perbedaan Sistem Reseller dan Sistem Dropship

Perbedaan Sistem Reseller dan Sistem Dropship

Secara spesifik dalam postingan kali ini akan dibahas Perbedaan Sistem Reseller dan Sistem Dropship. Jika banyak dari anda yang belum sepenuhnya memahami pengertian sistem reseller dengan sistem dropship yang salah satunya bisa anda pilih ketika mulai menjalankan roda usaha. Pada umumnya dua model usaha ini pelakunya adalah mahasiswa maupun mereka yang modal awalnya minim atau sama sekali tidak mempunyai modal (modal Rp. 0).

Baik sistem reseller maupun sistem dropship sama-sama menawarkan keuntungan karena tak perlu menyediakan modal juga tempat usaha untuk menyetok barang. Semua masalah teknis sudah diurusi oleh pemilik produk. Reseller dan dropshipper hanya bertugas untuk menjual barang saja, namun ada beberapa jenis kerjasama reseller yang memerlukan kita untuk menyetok barang.

Kalau kenyataannya seperti itu, lantas apa sih perbedaan reseller dengan dropship ? Anda bisa menemukan jawabannya berikut ini :

Reseller dengan Dropship, ini perbedaannya :

Reseller merupakan model bisnis baru  yang dalam operasionalnya tidak diharuskan mempunyai sto barang. Kendati begitu, ketika sebuah pesanan muncul, harus lebih dulu ada bentuk kerjasama antara reseller dengan pemilik toko. Dengan kerjasama ini, terlebih jika sudah dilakukan dalam waktu lama, ada potongan harga yang bisa didapat oleh reseller.

Beberapa produk dari agen akan dibeli oleh reseller untuk kemudian produk tadi dijual kembali kepada pelanggan dengan harga yang telah disepakati. Seorang reseller memperoleh keuntungan dari selisih harga. Dalam hal ini harga produk yang diberikan bisa ditentukan sendiri oleh individu reseller.

Dropship merupakan model bisnis yang dilakukan oleh pihak ketiga, sebagai kepanjangan tangan dari supplier. Dalam hal ini dropshipper telah bekerjasama dengan pemilik toko (supplier). Soal harga itu sudah ditentukan oleh supplier (pemilik produk) karena ia adalah pihak pengirim barang. Perannya hanya sebagai perantara saja.

Dropshipper mendapat keuntungan dari selisih harga produk yang telah ditentukan lebih dulu oleh supplier. Karena itu keuntungan yang diperoleh oleh dropshipper jauh lebih sedikit dari reseller.

Keuntungan Sistem Reseller dan Dropship

Keuntungan Sistem Reseller

  1. Harga jual barang bisa ditentukan sendiri-sendiri
  2. Barang bisa dijual melalui media sosial, atau kepada teman
  3. Bisa menjadi pengelola keuangan handal
  4. Jika ada produk jelek, tidak mendapat marah dari konsumen (jika mengatasnamakan agen)
  5. Karena memilih sendiri produk untuk dijual, product knowledge nya sangat bagus

Keuntungan dari Sistem Dropship

  1. Supplier akan mengurus segala hal terkait stok barang sehingga tak perlu pusing
  2. Pengemasan produk akan dihandle oleh supplier
  3. Meski tidak ada produk terjual, tidak akan rugi
  4. Banyak supplier bisa diajak untuk bekerjasama
  5. Tak perlu pusing dengan pembukuan dan pencatatan produk

Bekerja samabil Berbisnis

Nah bagaimana sahabat sudah mulai paham bukan dengan Perbedaan Sistem Reseller dan Sistem Dropship ini ? Kedua sistem bisnis ini pada dasarnya sama-sama menguntungkannya. Satu dari yang lain tidak bisa dikatakan lebih menguntungkan dari yang lain karena setiap sistem ini memiliki reseiko yang sama besar. Meski begitu, jika dilihat dari jumlah pelakunya, pelaku bisnis dropship jauh lebih banyak.

Dalam sistem reseller maupun sistem dropship, pelaku kedua bisnis ini, untuk menjual produk tidak harus melakukan pengelolaan stok. Skill menjual adalah elemen penting untuk memaksimalkan profit bisnis. Untuk bisnis dropship jika penjualan sangat tinggi otomatis komisi yang didapat juga lebih maksimal lagi jumlahnya.

Nah menarik sekali bukan ? Mana yang anda pilih ?

Pentingnya Membangun Sistem Reseller bagi Perusahaan

Pentingnya Membangun Sistem Reseller bagi Perusahaan

Reseller merupakan kepanjangan tangan dari pembuat produk atau pengrajin, sehingga bisa dikatakan sebagai pihak ketiga. Reseller berpeluang sukses tanpa harus mengurusi terlalu banyak hal. Ia akan mencari celah harga bagus, yang menguntungkan, untuk nanti dijual lagi. Kendati begitu, kommpetitor untuk bisnis reseller juga ada. Reseller tidak selalu berfokus pada satu produsen saja untuk mendapatkan barang.

Pentingnya Membangun Sistem Reseller bagi Perusahaan tentu saja untuk menjamin kelangsungan bisnis dari perusahaan yang bersangkutan. Ini karena reseller melakukan bisnisnya dengan motivasi yang beragam dan memanfaatkan berbagai event untuk mempromosikan produknya. Lebih dari itu, masing-masing reseller menargetkan penjualannya sesuka hati mereka sehingga produk perusahaan tertentu lebih terjamin penjualannya.

Tentu ada alasan mengapa orang-orang berlomba menjadi reseller dan ini harus menjadi hal yang diperhatikan oleh sebuah perusahaan. Dengan menawarkan kerjasama kepada reseller, peluang mendapatkan penjualan yang terkontrol dan frekuensi lebih tinggi bisa didapat. Meski dalam waktu terbatas, reseller bisa melakukan penjualan produk dan jika laku, ia akan membeli produk tambahan dari perusahaan yang bekerjasama dengannya.

Bagi pengusaha, bisa mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus dengan memiliki reseller, yaitu :

Ada Tenaga Pemasaran Ekstra

Khusus untuk sektor marketing akan betul-betul mendapatkan tambahan efisiensi. Karena dengan bekerjasama dengan reseller, sudah ada tenaga pemasaran ekstra. Yang harus anda lakukan cukup mengintensifkan promosi produk saja terkait keuntungan menjadi reseller produk. Dengan begitu banyak orang tertarik bekerjasama menjadi reseller produk.

Jumlah reseller yang lebih banyak, berkat promosi yang lebih gencar, maka produk anda akan dipasarkan oleh tenaga marketing yang makin banyak. Selebihnya, para reseller itu akan melakukan pemasaran dan promosi produk kepada konsumen. Dengan begitu bisa dikatakan reseller itu merupakan tenaga pemasaran tambahan.

Penjualan Makin Tinggi

Dengan jumlah reseller yang banyak, penjualan bisa meningkat meski produksi barang ditingkatkan. Kendati reseller tersebar di berbagai daerah, penjualan bisa ditarget dan tetap tercapai. Di luar pemasukan internal, ada pendapatan dari reseller yang merupakan sebuah peluang.

Silakan berasumsi bahwa dalam satu bulan seorang reseller bisa menjual hingga 15 item produk dalam sebulan. Apa yang akan terjadi jika anda punya 20 reseller. Tentu saja penjualan produk usaha anda bisa terdongkrak lebih boombastis bahkan hingga ratusan item per bulan.

Mengurangi Biaya Untuk Operasional

Karena reseller yang dimiliki banyak, biaya operasional bisa ditekan seminimal mungkin. Sebabnya karena jumlah karyawan tidak harus terlalu banyak, terutama untuk sektor branding dan pemasaran. Dalam hal ini tak banyak karyawan yang harus anda gaji karena ada reseller. Lebih dari itu, para reseller juga mendapat untuk dari penjualan yang mereka lakukan.

Tak Cuma biaya untuk menggaji karyawan yang kini jumlahnya bisa diminimalkan, biaya operasional lainnya mulai dari sewa tempat usaha, biaya transportasi dan akomodasi bisa dihemat. Karena volume barang langsung diserap oleh reseller, anda tak perlu memiliki gudang besar untuk menyimpan barang.

Jaringan Bisnis Terus Bertambah

Untuk memasarkan produk kini tak serepot dulu. Reseller punya banyak jaringan dan akses informasi yang lebih luas ke konsumen. Pada umumnya reseller berasal dari kalangan yang cukup luas mulai dari ibu rumah tangga dan mahasiswa, karyawan pabrik, dan lain-lain. Ayo berpromosi untuk menggaet banyak reseller. Reseller yang terus bertambah membantu menjamin kelangsungan bisnis anda.

Nah, maka dari itu tidak ada salahnya mulai dari sekarang kita menyiapkan sistem reseller untuk membangun pasukan penjualan bagi bisnis yang sedang kita jalankan.

Membangun Sistem Reseller bagi Perusahaan

Membangun Sistem Reseller bagi Perusahaan

Tak mudah untuk menjadi pemilik bisnis karena impian ini tak hanya harus diwujudkan tapi juga harus ditingkatkan dan dikembangkan lebih jauh. Memiliki reseller merupakan satu dari sekian cara untuk memperlebar sayap bisnis. Khususnya bagi mereka yang mode bisnisnya membuat barang atau produk. Anda dalam hal ini bukan hanya mencari mitra untuk menjualkan produk anda, juga harus ada sebuah sistem reseller agar segalanya lebih teratur dan tertata dengan rapi.

Banyak sekali kelebihan yang anda peroleh dengan menerima orang lain untuk turut menjual produk anda. Salah satunya adalah jumlah sales yang minim untuk anda bayar. Bukan itu saja, adanya reseller turut melipatgandakan penjualan produk tanpa membuat anda kelelahan melakukan ini dan itu. Jika merasa bahwa produk anda sudah teruji pasar dengan market yang luas, menjadi momen bagi anda untuk memiliki banyak reseller.

Meski begitu agar pekerjaan lebih mudah lagi, tentu harus ada sistem reseller yang mengatur semuanya terlaksana begitu baik. Kira-kira apa sajakah yang patut dilakukan untuk membina sebuah sistem reseller yang oke dengan dampak penjualan yang begitu nyata dan agar mereka bisa loyal pada produk anda ? Berikut informasinya :

Buat Orang Mendaftar Dengan Biaya Mudah dan Murah

Beri orang-orang kesempatan semudah dan semurah mungkin untuk mendaftar menjadi reseller bisnis anda. Ketika mereka bisa mendaftar dengan mudah menjadi reseller, channel komunikasi harus dibangun untuk memastikan bahwa anda memfasilitasi segalanya mulai dari product knowledge dan informasi lainnya yang dirasa penting.

Buatlah agar calon reseller bisa mendaftar dengan mudah. Selain itu usahakan agar biaya untuk mendaftar tidak dipatok terlalu mahal. Meski dengan modal minim, usahakan agar orang-orang bisa menjadi reseller anda. Akan lebih berdampak lagi jika tidak ada biaya sama sekali untuk mendaftar, alias gratis.

Membuat Alur Untuk Pemesanan, Pengiriman, dan Pengembalian Barang Pesanan

Karena dibantu oleh reseller berarti anda menambah jaringan penjualan yang juga berarti anda berhubungan dengan orang yang lebih banyak. Karena itu, harus disediakan kejelasan dalam alur pemesanan barang, jasa ekspedisi mana yang akan digunakan, kemudian juga harus dibuat alur yang jelas dalam hal pengembalian barang.

Karena aturan yang anda buat sudah cukup jelas dan diketahui oleh seluruh reseller, untuk pengaturan sistem reseller tak akan ditemui sedikitpun kesulitan karena sejak awal semua sudah dibuat dengan sejelas-jelasnya. Ketika aturan sistem reseller dibuat dengan tidak jelas, jika ada reseller yang complain atau ketika harus menanggapi komplian dari reseller, anda sendiri merasa kesulitan.

Memberi Edukasi Kepada Reseller Secara Rutin

Menjadikan reseller sebagai rekan bisnis tak semata soal meningkatkan omzet bisnis saja. Ada ilmu-ilmu bisnis yang perlu anda bagi kepada mereka, sebagai penunjang penjualan. Tujuan dari hal ini adalah untuk memberdayakan reseller dan tak hanya untuk memanfaatkan mereka sebagai ujung tombak penjualan. Dengan memberi edukasi, kemajuan bisnis para reseller pun dipengaruhi oleh anda.

Reseller adalah mitra bisnis anda, dan bukanlah mesin yang dengan begitu saja menginjek isi dompet anda agar lebih tebal. Bermitralah menggunakan cara yang baik sehingga masalah-masalah bisnis reseller juga bisa anda bantu. Tanggi semua masukan reseller dengan baik, dengarkan mereka, karena merekalah yang secara langsung berhubungan dengan konsumen anda.

Fasilitasi Agar Informasi Bisa Diperoleh dengan Mudah oleh Reseller

Bagian lainnya dari tips membangun sistem reseller yang solid adalah dengan memfasilitasi agar reseller bisa mendapatkan informasi perihal produk dengan lebih mudah. Sebagai contoh, informasi mengenai jumlah stok barang, kapan barang akan dikirim, dan jenis-jenis informasi yang lain.

Meski ini menjadi keharusan bagi agen untuk melakukannya, ternyata ada juga lho agen yang memang berhati baik dan rajin menginformasikan info-info penting kepada resellernya untuk mempermudah penjualan. Info-info seperti foto produk, video testimoni dan harga produk, adalah sebagian dari hal yang dibutuhkan oleh reseller.

Pacu Penjualan dengan Kompetisi Reseller

Sekali-kali buatlah kompetisi penjualan untuk memicu semangat berjualan para reseller. Hadiahnya disediakan semenarik mungkin. Dengan cara ini para reseller akan melakukan banyak upaya agar target yang dijabarkan bisa dicapai dengan cepat dan mudah. Mereka akan berlomba untuk berpromosi dan membuat lebih banyak closingan.

Pentingnya Digital Marketing bagi Perusahaan dan UMKM

Pentingnya Digital Marketing bagi Perusahaan dan UMKM

Pemasaran produk dengan cara digital akhir-akhir ini menjadi isu yang ramai diperbincangkan. Kini semua usaha baik UMKM maupun usaha skala besar menggunakan digital marketing untuk memasarkan produknya. Dengan digital marketing pangsa pasar bisa diperluas dan dari daerah manapun calon konsumen berasal, semua bisa dijangkau dengan mudah.

Semua ini, disadari atau tidak merupakan imbas dari mudahnya mengakses internet. Ketika melakukan pemasaran dengan digital marketing, berbagai platform media sosial bisa digunakan seperti facebook, twitter, dan instagram. Bukan itu saja, untuk memasarkan sebuah produk, situs pribadipun bisa digunakan. Atau jika ingin praktis, saat ini sudah terdapat situs-situs marketplace.

Strategi digital marketing yang diterapkan memberi banyak keuntungan. Dengan digital marketing biaya promosi bisa ditekan serendah-rendahnya. Lantas manfaat digital marketing itu apa saja sich ? Simak penjelasannya berikut ini :

Digital Marketing Berflatform Online, Interaksi Lebih Mudah

Di masa lalu, untuk mendapatkan informasi produk/layanan, orang harus mencarinya melalui koran, brosur, dan media lainnya. Selain itu, juga dengan secara langsung datang ke tempat-tempat di mana sumber informasi itu berasal. Kini dengan media online, informasi bisa didapatkan oleh siapapun dengan begitu mudah.

Bukan hanya itu, tidak ada keharusan untuk secara langsung mendatangi konsumen oleh para pemilik usaha. Satu hal untuk dilakukan cukup dengan mengoptimasi akun media sosial yang dimiliki mulai dari facebook, instagram, twitter, dan lain-lain.

Konversi Penjualan Meningkat

Kendati target market lokasinya ada di luar daerah, calon konsumen bisa dijangkau ketika kita melakukan promosi produk melalui berbagai media digital yang ada. Contoh kasusnya, saat ini produk jenis apapun informasinya bisa didapatkan melalui google, salah satu mesin pencari yang sudah begitu familiar dengan kita. Ketika produk anda dicari oleh konsumen, google akan memperlihatkan website bisnis anda. Setelah melihat-lihat, ia akan mendapatkan produk yang dicarinya.

Biaya Promosi Hemat

Ketimbang cara lama, berpromosi dengan digital marketing sangat efisien dan lebih murah. Selebihnya, sebagaimana kami singgung dalam uraian di atas, melakukan promosi secara daring membuat target market bisa dijangkau.Berbeda dengan cara promosi offline yang serba manual.

Pelayanan Sifatnya Real Time

Karena digital marketing sifatnya real time, bisa dengan mudah anda memberi respon atau menjawab pertanyaan dari konsumen. Meskipun tampaknya sepele, dalam bisnis, anda bisa melihat dampak yang luar biasa terhadap penjualan.

Konsumen akan merasa puas dan senang ketika mereka diberi pelayanan cepat dan tanggap. Bukan tak mungkin produk anda akan ditawarkan kepada teman dekat atau kerabat mereka.

Semua Sudah Memakai Smartphone

Semua orang saat ini memiliki perangkat smartphone dengan koneksi internet cepat. Dengan sendirinya hal ini memudahkan orang-orang untuk mencari produk tertentu dan anda harus melihat hal ini sebagai sebuah peluang.

Untuk urusan berbelanja, seseorang bisa merasakan kemudahan berkat keberadaan toko online yang sudah menjamur. Melalui ponsel, dengan cepat bisa dipesan berbagai produk yang oleh penjual akan dikirim dengan jasa ekspedisi menurut alamat yang anda berikan.

Penjualan Meningkat, Untung Terus

Jika dibandingkan dengan cara pemasaran konvensional, bahkan dibandingkan dengan telemarketing, ROI (Return of Investment) dari digital marketing terhitung lebih baik. Ini tentunya berkat jangkauan yang begitu luas dari digital marketing. Setiap saat anda akan menjumpai banyak pelanggan baru baik dari daerah lokal, bahkan pelanggan dari luar negeri sekalipun.

Mengenal Jasa Branding dan Pembuatan Sistem Agen Reseller

Mengenal Jasa Branding dan Pembuatan Sistem Agen Reseller

Brand Identity dan Manfaat Memilikinya. Sebuah bisnis harus memiliki brand identity dan untuk itu harus dibangun secara intensif demi sebuah brand identity yang kuat. Diperlukan usaha dan waktu demi membangun sebuah brand identity yang disesuaikan dengan karakter perusahaan. Alasannya karena ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh dengan memiliki sebuah brand identity. Brand identity manfaatnya antara lain :

Distribusi

Persoalan distribusi adalah satu hal penitng yang berkaitan dengan brand identity yang kuat, satu manfaat yang akan anda peroleh. Distributor tak akan ragu untuk menyalurkan jasa atau produk-prodk mereka, ketika di pasaran, brand identity anda sudah kuat. Distributor akan memberi pengaruh positif ketika brand anda telah dipercaya baik oleh masyarakat dan konsumen. Dengan begitu dalam bisnis, kemudahan dalam distribusi jasa atau produk jadi makin mudah.

Konsumen Lebih Setia

Karena brand identity anda sudah diketahui oleh konsumen, mereka akan begitu setia menggunakan produk atau jasa anda. Brand identity itu perannya sangat strategis dan bisa menjamin loyalitas dari konsumen. Ketika kualitas jasa atau produk bisa dijaga dengan baik, kesempatan untuk mendapatkan konsumen yang loyal terus bertambah. Sebabnya karena konsumen secara kontinyu membeli atau mengkonsumsi produk atau jasa dari bisnis anda ketika membutuhkan.

Untuk Referensi Profesional

Tak Cuma loyalitas dan hubungan anda dengan distributor saja, ada manfaat lainnya yang diperoleh yaitu referensi profesional. Dari profesional, dengan begitu mudahnya, anda bisa memperoleh rekomendasi. Alasannya karena mereka memandang ada kredibilitas yang tinggi dari brand anda. Oleh karena itu, ketika ada orang mencari layanan bisnis atau produk anda, para profesional itu segera merekomendasikan bisnis anda. Bukan Cuma profesional saja, review produk atau jasa yang dipakai juga akan direkomendasikan oleh konsumen kepada orang lain. Dengan baik dan benar, bangunlah brand identity anda.

Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ketika Anda Membangun Brand Identity, Yaitu :

Jangan Urusi Terus Masalah Nama

Orang tak akan menemukan apapun jika hanya terus mengurusi masalah logo atau nama brand. Memang penting mengurusi masalah logo dan nama, tapi itu bukan masalah utama. Pertama-tama, buatlah strategi pemasaran yang baik. Alasannya karena hal-hal sepele seperti nilai pelayanan, budaya tetap diperlukan. Kendati begitu, logo dan nama brand tetap harus diperhatikan. Hanya saja tidak boleh dibuat serampangan.

Target Pasar

Target pasar juga harus diperhatikan. Anda harus mengakomodasi keinginan pasar, karena itu adalah sumber bagi pendapatan anda. Untuk mentarget pasar dari brand anda, harus digunakan data akurat. Untuk mencari tahu apa yang dipikirkan dari calon konsumen dan para konsumen anda, bisa dilakukan sebuah survey.

Hal Kecil Untuk Diperhatikan

Hal-hal seperti copywriting, tipografi, warna, dan tagline, adalah hal kecil untuk diperhatikan. Itu semua membantu mengangkat nilai dari brand identity bisnis anda. Sedapat mungkin berikan warna khas yang menonjol misalnya warna oranye. Kata-kata kurang ramah atau yang sifatnya hardselling harus dihindari.

Terus Fokus

Ketika bisnis yang sedang dijalankan berkembang pesat, meski sudah berekspansi, kadang-kadang ada juga perusahaan yang jatuh hanya karena tidak fokus. Padahal ekspansi biayanya akan begitu mahal jika perencanaan tidak matang. Maka dari itu jangan penuhi keinginan anda untuk membereskan satu bisnis saja. Cobalah bangun brand identity yang kuat dengan fokus. Kendati brand identity anda sudah kuat, usaha-usaha memperkuat pondasi berikut konsistensinya harus terus digalakkan agar konsumen tetap setia.

Jika kita mampu membangun branding yang kuat serta sistem yang kuat, maka bisnis kita akan melesat secara cepat. Sistem reseller misalnya, kita akan secara otomatis memiliki pasukan penjualan baru diluar tim marketing internal. Tentu ini merupakan keuntungan yang sangat besar.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menawarkan jasa branding dan pembuatan sistem agen dan reseller, anda tidak perlu lagi kesulitan membangun dan melakukan trial and error dari awal.

Membangun sistem reseller yang baik

Membangun sistem reseller yang baik

Di era milenial seperti sekarang, semua pemilik bisnis berupaya untuk meningkatkan jangkauan pasar yang merupakan impian, dengan memperbanyak reseller berkualitas dan profesional. Tidak hanya itu, profit yang biasa-biasa saja bisa ditingkatkan hingga berkali-kali lipat dengan menggunakan reseller.

Tetapi seperti apakah cara terbaik dalam merekrut reseller hingga berfungsi dengan baik untuk bisnis anda ? Dalam artikel ini kita bahas cara Membangun Sistem Reseller Yang Baik, yaitu :

1. Mengenali Dengan Baik Calon Reseller

Sebelum membangun bisnis dengan para calon reseller, di awal, anda harus mencoba mengenali semua calon reseller itu dengan baik. Cobalah cari informasi sikap mereka seperti apa, identitasnya bagaimana, Tanyakan kepada mereka saat ini aktivitas bisnis yang sedang mereka lakukan apa saja. Anda harus memperhatikan soal ini karena para calon reseller akan menjualkan produk anda. Selain itu juga sebagai upaya berjaga-jaga seandaianya sesuatu yang merugikan bisnis anda bisa terjadi. Terakhir, buatlah semacam perjanjian kerjasama.

2. Memiliki Produk Berkualitas

Pada kesempatan tertentu  tak jarang para calon reseller bersikap seolah-olah mereka itu konsumen ketika mencari supplier. Untuk itu kualitas produk harus betul-betul dijaga, dan pelayanan yang baik harus dijaga pula. Seringkali ada supplier yang memberi respon lambat ketika menghadapi reseller yang mengeluh. Ketika semua itu bisa dipastikan, reseller potensial akan anda peroleh untuk memajukan bisnis anda.

Harap ditekankan bahwa antara konsumen dengan anda akan dijembatani oleh para calon reseller. Para calon reseller bisa saja meninggalkan anda karena penilaian mereka bahwa baik pelayanan maupun produk anda kurang berkualitas. Jangan sampai kesalahan ini anda lakukan.

3. Adanya Target Market Yang Potensial

Adalah kesia-siaan jika memiliki produk berkualitas tetapi target marketnya tidak ada. Adalah beban yang ada di pikiran semua calon reseller karena mereka merasa bahwa produk anda akan susah dijual. Karena itu usahakan melakukan sebuah riset untuk masalah ini. Produk anda hanya akan eksis jika dicari oleh konsumen, berkualitas bagus dan target market nya menjanjikan.

4. Soal Manfaat Yang Bisa Didapat

Anda tahu para calon reseller hanya ingin bekerjasama dengan supplier yang sesuai, dan bukan anda saja yang berpikir ingin mendapatkan reseller yang pas. Reseller adalah kepanjangan tangan dari supplier dan dari hasil penjualan lah mereka mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu berilah calon reseller informasi perihal manfaat yang bisa diperoleh oleh mereka. Sebagai contoh harga yang murah yang agak bersaing dari supplier lain. Bonus berupa tiket liburan, bingkisan, dan hal menarik lainnya.

5. Reseller adalah Partner Bisnis

Disadari ataupun tidak, reseller merupakan personel dari tim pemasaran anda. Mereka tak perlu anda gaji. Sekalipun jangan mengganggap bahwa diri anda adalah bos mereka. Jika berpikiran seperti itu, anda akan mereka tinggalkan. So bersikaplah dan perlihatkan bahwa anda adalah partner bisnis mereka. Dengarkan apa saja yang mereka keluhan, juga masalah yang mereka hadapi. Beritahu mereka strategi jualan yang baik. Marketing kits, katalog produk, dan info penting yang lain.

Para reseller adalah ujung tombak penjualan yang tak kalah pentingnya. Jalinlah komunikasi dan hubungan yang baik dengan mereka. Kerjasama dengan para reseller haruslah bersifat saling menguntungan. Ciptakanlah hubungan yang saling menguntungkan secara ekonomi di mana bisnis anda dibantu oleh reseller dalam hal pemasaran, dan mereka pun mendapatkan keuntungan real secara ekonomi.

Jasa Edukasi untuk Tim Perusahaan dan Reseller

Jasa Edukasi untuk Tim Perusahaan dan Reseller

Bahasan kali ini yang tak kalah menarik untuk disimak adalah mengenai Jasa Edukasi Untuk Tim Perusahaan dan Reseller melalui cara pelatihan yang efektif sekaligus mengembangkan SDM di sebuah perusahaan atau organisasi. Tujuannya adalah agar di sebuah perusahaan, SDM nya bisa dipertahankan dengan dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Nah silakan simak info selengkapnya berikut ini :

1. Melalui Refleksi Diri

Refleksi diri, bagi seorang manajer personalia bisa dijadikan acuan dalam rangka melatih dan mengembangkan SDM, di awal permulaan dari pelatihan SDM. Pada masing-masing individu, bahasan mengenai pentingnya karakter diri, merupakan inti edukasi dari perusahaan. Dalam proses pembelajaran dan untuk mencapai target yang ingin dituju, acuan dari seorang individu karyawan difasilitasi melalui Personal Development Plan dan Personal Goal Setting. Selain itu, dalam membuat konsultasi dan pelatihan untuk karyawan oleh Manajer Personalia.

2. Melalui Pengalaman Tim

Perusahaan dan SDM yang berada di dalamnya, melalui program pengembangan dan pelatihan akan mendapatkan nilai tersendiri melalui interaksi dari dua orang atau lebih. Hal ini diperlukan, kenapa ? Alasannya karena dalam sebuah tim diperlukan kerjasama, kreativitas dalam pengembangan ide, pemecahan masalah, serta hal lainnya yang membuat sebuah tim mendapatkan pembelajaran. Anda tahu, sebuah tim itu terdiri dari banyak individu yang otomatis berbeda karakternya, kepribadiannya, skill, juga latar belakangnya sehingga memungkinkan berbagai tantangan untuk timbul. Sehingga seseorang dituntut memiliki pengalaman lebih dalam berkomunikasi, bersosialisasi, berhubungan antar pribadi, dan lain-lain.

3. Melalui Lingkaran Belajar

Forum diskusi kelompok, atau rapat, adalah beberapa dari cara mencari pemecahan masalah yang terbilang efektif, juga efisien bagi karyawan perusahaan. Dalam forum tersebut dibahas dan diselesaikan berbagai persoalan menyangkut efektivitas kerja dan produktivitas dalam perusahaan. Dalam forum tersebut semua individu pegawai dituntut memiliki kesiapan dalam menghadapi banyak persoalan yang bisa saja terjadi. Setelah melalui forum diskusi ini semua individu karyawan akan memiliki karakter yang baik, mampu menyingkat segala sesuatu dengan lebih bijak. Daripada itu, perusahaan akan sangat diuntungkan.

4. Melalui Seminar

Lebih dari itu, sebagai bagian dari jasa edukasi untuk tim perusahaan dan reseller, anda bisa menggelar seminar singkat mengenai pengetahuan, kapasitas dengan mengikutsertakan banyak kepentingan. Semisal golongan profesional dibidangnya masing-masing. Anda bisa menyelenggarakan seminar ini secara bertahap, semisal bagian 1 difokuskan pada pembahasan skill dan pengetahuan. Semisal dengan memberikan pelatihan IT, materi kepemimpinan, dan lain-lain.

5. Mentoring

Point berikutnya adalah dengan menyediakan pelatihan secara individu dengan berbagi pengalaman, berbagi motivasi, dan memberikan feedback, hingga sharing soal proses pembelajaran, namun dengan metode lebih intensif. Proses-proses ini berpotensi mengembangkan kapasitas individu.

6. Melalui Resources Sharing

Saat ini kita hidup di zaman modern yang serba digital. Segala interaksi kini difasilitasi oleh banyak media virtual sebagai sumber pembelajaran di sebuah perusahaan, terutama bagian HR nya. Beberapa platform virtual yang bisa digunakan antara lain blog, newsletter, dan webinar, selain itu juga sumber-sumber informasi yang disediakan sendiri oleh perusahaan. Untuk memberikan pengetahuan, cara-cara ini dinilai sebagai cara yang paling efektif. Di sebuah perusahaan, semua hal ini akan diperlukan oleh divisi HR untuk melakukan berbagai adaptasi, pengenalan, pemahaman tentang bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, memahami profile perusahaan, hingga pemahaman terhadap visi dan misi sebuah perusahaan di mana orang tersebut bekerja.

Keuntungan Website bagi Sebuah Bisnis

Keuntungan Website bagi Sebuah Bisnis

Di zaman serba modern seperti ini, internet menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Internet kini seperti sudah tidak mengenal umur. Jika berbicara tentang internet, rasanya tidak lengkap jika tidak menyinggung website. Website merupakan wadah bagi setiap orang atau perusahaan yang ingin tampil di internet.

Ternyata, website juga memiliki beberapa manfaat dan keuntungan. Salah satunya untuk menunjang bisnis agar lebih berkembang. Di artikel kali ini admin akan membahas apa sih keuntungan bisnis yang memiliki website, simak artikel berikut ini…

Manfaat Website bagi Bisnis

1. Meningkatkan Kredibilitas

Kenapa perusahaan besar selalu mencantumkan website di Banner atau Kemasan Produk Mereka?

Salah satu alasanya yaitu untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Biasanya jika bisnis sudah besar dan terkenal, mereka akan membuat website khusus untuk menampilkan profil perusahaan. Website ini juga dikenal dengan nama Company Profile.

Dengan begitu, branding perusahaan kita akan semakin kuat dan terpercaya di mata konsumen.

2. Membuat Bisnis Mendunia

Jika kita menjalankan bisnis offline, cakupanya mungkin hanya di daerah tempat kita menjalankan usaha. Namun, dengan website kita bisa menjangkau market yang lebih luas hingga ke berbagai penjuru dunia. Bahkan saat ini banyak bisnis offline yang lebih senang berjualan online, karena lebih mudah dan lebih murah.

Selain itu, perkembangan teknologi kurir semakin baik sehingga mendukung untuk membuat website toko online sendiri.

3. Menjadikan Bisnis Online 24 Jam

Bisnis offline hanya mampu buka selama jam kerja. Sisanya mungkin akan tutup kecuali ada sistem shift karyawan.

Namun, jika anda ingin toko atau bisnis anda online 24 jam selama 7 hari setiap minggunya maka anda dapat membuat toko online agar semua transaksi berjalan secara otomatis tanpa mengenal jam kerja.

Kita dapat menerima orderan dimanapun kita berada secara otomatis by sistem.

4. Lebih dekat dengan Pelanggan

Salah satu fungsi website yaitu untuk memberikan informasi kepada pengguna. Dengan fitur ini kita dapat membuat portal berita atau artikel bermanfaat yang bisa di akses oleh pelanggan. Dengan begitu kita akan secara tidak langsung dekat dengan mereka.

Jika artikel yang diberikan memberikan manfaat, maka memperbesar peluang untuk merubah cold market menjadi hot market secara tidak langsung.

5. Menjangkau Target yang lebih Luas

Anda ingin berjualan ke luar negeri? Semua itu bisa dengan website. Anda cukup membuat katalog produk dengan informasi yang lengkap menggunakan berbagai macam bahasa. Setelah itu kita tinggal mengoptimasi dengan SEO agar tampil di pencarian dan ditemukan oleh calon pelanggan di berbagai penjuru dunia.

Selain itu kita dapat memanfaatkan traffic berbayar, bisa melalui google ads, facebook ads dan sebagainya.

6. Media untuk Menampilkan Portofolio

Bingung untuk menampilkan porfolio secara elegan ke calon client? Gunakan website saja.

Jika anda mempresentasikan porfolio melalui website, maka kredibilitas anda akan naik berkali-kali lipat. Anda dinilai lebih profesional dan bernilai di mata klient.

7. Mempermudah kita untuk Mengenalkan Bisnis

Kadang kita merasa bosan jika setiap orang yang bertemu menanyakan bisnis yang kita jalankan. Kita harus menjelaskanya secara penjang lebar kepada setiap yang bertanya.

Namun, jika kita sudah memiliki website, kita cukup memberikan url nya kepada mereka dan biarkan mereka yang membaca dan mengetahuinya sendiri.

Ini akan menghemat waktu dan energi serta berpeluang untuk menarik minat mereka menjadi pelanggan atau bahkan partner bisnis.

Itulah beberapa keuntungan website bagi sebuah bisnis. Alangkah bijak jika dari mulai sekarang anda memikirkan untuk membuat website bagi bisnis yang anda miliki.

Tentu perlu konsultasi yang matang agar website yang nantinya dibuat tepat dan sesuai kebutuhan.

Jika anda ingin konsultasi gratis tentang website, silahkan klik link di bawah ini…

https://nanya.online/konsultasi-web

Mengenal Sistem Membership pada Website

Mengenal Sistem Membership pada Website

Pernahkah kalian berfikir, bagaimana sih membuat sistem membership pada sebuah website? Apakah perlu skill coding? apakah harganya ratusan juta?

Mungkin itu pertanyaan yang sering muncul di benak kita ketika mengunjungi sebuah situs dengan sistem membership. Entah itu situs e learning, situs berlangganan, situs jualan produk dan sebagainya.

Contoh dashboard sistem membership

Nah di kesempatan kali ini mimin akan membahas sedikti tentang sistem membership. Mari simak artikel berikut ini…

Apa itu Sistem Membership dalam Website?

Ini merupakan sebuah sistem untuk mengelola keanggotaan member dalam sebuah website dengan fitur-fitur penunjang sesuai dengan layanan yang ditawarkan.

Flatform Membership Management yang sering digunakan di Indonesia

Sebenarnya, banyak sekali flatform untuk membuat sebuah sistem membership dalam sebuah website.

Mulai dari membuatnya sendiri, memakai plugin yang di integrasikan dengan wordpress, hingga menyewa sumber daya kepada pihak ketiga. Nah berikut ini adalah beberapa flatform membership yang paling banyak digunakan di Indonesia, simak artikel berikut ini…

1. A Member Pro

Siapa yang tak kenal flatform ini? A member pro merupakan salah satu pencetus sistem membership yang bisa di gunakan oleh siapa saja secara massal. Flatform ini hadir dari tahun 2002 dan sampai saat ini masih dikembangkan.

Salah satu keunggulan A Member Pro yaitu dukungan integrasi pihak ketiga yang sangat lengkap, mulai dari Sosial media, Online Payment, Autoresponder, dan fitur management yang sangat lengkap.

Kita dapat membangun website membership menggunakan source code yang diberikan atau menggunakan versi plugin yang bisa di integrasikan dengan wordpress.

Hal yang menjadikan A Member Pro banyak dipakai yaitu fiturnya yang lengkap serta minim sekali bug sehingga sistem website lebih stabil. Namun, perlu di ingat bahwa semua kelebihan itu harus di bayar mahal. Harga langganan A member pro cukup menguras isi dompet anda.

2. Wouymembership

Wouymembership merupakan salah satu plugin membership wordpress terbaik di zamanya. Plugin buatan lokal ini hampir digunakan oleh setiap pebisnis online yang menginginkan sistem membership namun dengan harga yang terjangkau.

Salah satu kelebihanya yaitu harga yang murah serta dukungan integrasi yang banyak dengan flatform indonesia serta pembayaran menggunakan metode bank transfer.

Namun, Pengembangan plugin ini sepertinya sudah berhenti dan kini pindah ke salah satu plugin baru yaitu…

3. Sejoli

Ya, plugin yang saya maksud yaitu sejoli. Ini merupakan plugin membership affiliate yang sangat sempurna untuk menjual produk digital. Fiturnya mirip dengan wouymembership namun lebih di kembangan lagi sehingga tampilanya lebih modern, cepat serta minim bug.

Selain itu harganya pun terjangkau dan pengembanganya terus dilakukan. Kini plugin ini support fitur donasi hingga e learning.

Bagi anda yang ingin memiliki sistem membership dengan harga murah, maka ini bisa menjadi pilihan.

Nah, itulah beberapa flatform membership online yang sering digunakan pada sebuah website.

Jika anda ingin memiliki website membership dengan fitur lengkap, anda dapat berkonsultasi dengan kami.

klik link di bawah ini
https://nanya.online/konsultasi-web

× Hai, ada yang bisa kami bantu?