Kenapa Harus Closing?

Kenapa Harus Closing?

Jika kita sering melihat pintu yang sedang terbuka di rumah kita (biasanya pintu itu tertutup supaya tidak ada serangga atau nyamuk masuk ke dalam rumah), apa yang biasa kita lakukan ? Jika kita melihat sebuah pintu mobil terbuka dan semua penumpang sudah masuk lalu mesin sudah menyala, apa yang kita lakukan ?

Jawabannya sudah dapat dipastikan yaitu kita pasti menutup pintu tersebut. Buat apa ditutup ? pastinya untuk tujuan tertentu. Sama hal nya dengan ketika kita berkunjung ke rumah teman kita, jika kita telah selesai mengunjungi rumah teman tersebut dan saat akan pulang, pasti kita akan menutupnya dengan berpamitan. Akan sangat aneh jika kita tiba-tiba pulang tanpa berkata apa – apa, langsung saja pergi. Pasti kita akan disangka sedang ada masalah dengan teman tersebut. Itu lah pentingnya dari sebuah penutupan.

Closing berasal dari kata close yang memiliki arti menurut kamus yaitu: menutup rapat atau akrab / dekat. Di dalam dunia marketing istilah closing lumrah digunakan untuk menunjukkan sebuah keberhasilan dalam penawaran, penjualan atau pun proposal. Terkhusus dalam proses transaksi jual / beli, closing dapat diartikan sebagai menutup sebuah penjualan, karena bagi seorang penjual, tujuan akhir dari proses jual bali yaitu adanya penjualan.

Dalam dunia network marketing, Closing bukanlah akhir dari sebuah transaksi penjualan seperti industri marketing dalam umumnya, tapi closing dalam dunia network marketing artinya itu adalah sebuah pintu awal dari sebuah komitmen untuk konsisten menjalankan bisnisnya, konsisten dalam mengkonsumsi produknya, dan selalu siap untuk mempelajari hal baru demi menggapai impian melalui bisnis network marketing.

MENGAPA HARUS CLOSING ?

Coba bayangkan bagaimana rasanya jika ada seseorang yang sedang dalam masa pendekatan atau sering kita sebut dengan PDKT, lalu sebagai orang yang di dekati, kita sudah memberikan kode – kode dan sinyal – sinyal positif untuk melanjutkan ke tahap yang lebih serius. Kita sudah memberikan lampu hijau, kita sudah menunjukkan bahwa kita tertarik terhadap dirinya, tetapi orang yang mendekati kita tersebut tidak memiliki keberanian untuk  meng”Closing” hubungan yang sedang kita jalani. Pasti seiring berjalannya waktu, kita akan merasa malas untuk melanjutkan hubungan dalam ketidak jelasan ini. Kita merasa bahwa tidak ada keberanian, kejelasan apa lagi keseriusan yang kita rasakan dari orang tersebut.

Itulah yang dirasakan oleh calon konsumen jika kita terlalu lama meng closing mereka. Ketika calon konsumen sudah menanyakan no rekening untuk di transfer, kita malah mengabaikan pesan dari calon konsumen tersebut dan malah asyik menjelaskan produk kepada konsumen baru misalnya. Maka dari itu, kita harus tau kapan waktu yang tepat untuk melakukan closing agar omset dan profit bisnis kita dapat meningkat.

Tips Membuat Landing Page #2

Tips Membuat Landing Page #2

Dalam membuat landing page, tentu saja kita tidak bisa asal-asalan dalam membuatnya, bukanya kita mendapatkan closing dari landing page yang kita buat, malah kita tidak mendapatkan pengujung pada landing page kita karena kita membuatnya asal-asalan. Maka dari itu, pada artikel kali ini, kita akan membahas apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah landing page agar landing page kita dapat mendatangkan banyak closing sehingga keuntungan kita meningkat.

  1. Konsisten

Landing page yang powerful dan efektif diwajibkan memiliki konsistensi, konsistensi dalam hal apa saja? Tentu saja konsisten dalam isi dari konten instrument digital marketing yang ada pada landing page kita, contohnya jika pada banner kita menawarkan gratis ongkos kirim pada produk kita tapi dalam website yang ada malah diskon 5%, ini yang disebut tidak konsisten. Maka sebaiknya jika pada banner terdapat informasi gratis ongkos kirim, maka dalam website, social media, dan lainnya pun harus terdapat informasi gratis ongkos kirim pula.

  1. Deskripsi

Deskripsi merupakan hal yang paling penting dalam sebuah landing page, jika landing page kita memiliki deskripsi yang terlalu panjang dan berbelit-belit, maka dapat dipastikan bahwa tidak akan ada proses closing pada landing page tersebut karena pengguna atau pengunjung akan merasa malas dengan teks yang terlalu panjang dan berbelit-belit pada landing page kita. Maka dari itu kita harus bisa menyajikan hal-hal penting saja yang kita masukkan dalam deskripsi landing page kita.

  1. Menyita Perhatian

Landing page yang berkualitas tentu saja harus bisa menyita perhatian pengunjungnya minimal 5 detik pertama saat sang pengunjung mengunjungi landing page kita. Maka dari itu muncul lah istilah Unique Value Preposition (UVP). Unique Value Preposition (UVP) ini menampilkan pesan yang singkat, padat dan jelas yang dapat meyakinkan sang pengunjung landing page kita sehingga dia yakin bahwa produk kita itu berbeda, berkualitas dan layak untuk dibeli. Seperti halaman pertama pada koran, sebuah landing page yang efektif dan powerful mampu membuat sang pengunjung hanya terfokus pada landing page kita meskipun ia sedang melakukan aktivitas lain. Hal lain yang perlu diperhatikan agar landing page kita dapat menyita perhatian pengunjung adalah dengan memasukkan gambar (foto atau screenshot) pada landing page yang kita buat. Gambar memberikan warna tersendiri pada landing page kita agar tidak terlihat terlalu monoton jika hanya dengan teks saja. Gambar juga mampu menarik perhatian para pengunjung landing page kita jika kita menggunakan orang yang sedang tersenyum sambil menggunakan produk yang kita jual.

 

Nah, dari ketiga informasi singkat diatas saja, kita sudah mampu membuat sebuah landing page yang powerful dan efektif yang dapat meningkatkan omset dan profit dari produk yang kita jual.

Perbedaan Landing Page dan Website

Perbedaan Landing Page dan Website

Landing page sebenarnya merupakan istilah yang telah lama ada di dunia digital marketing. Tetapi dari begitu banyaknya pelaku bisnis di dunia internet marketing, terutama untuk mereka yang masih awam, ada beberapa yang masih belum paham apa itu perbedaan antara Landing Page dan Website. Secara sekilas, antara Landing Page dan Website itu terlihat sama, tetapi sebenarnya kedua hal tersebut memiliki fungsi dan maksud yang berbeda. Nah, maka dari itu, kita akan bahas apa saja perbedaan antara Landing Page dan Website.

  1. Tujuan

Perbedaan yang paling mencolok antara landing page dan website ada pada tujuan pembuatan halaman itu sendiri. Website biasanya dibuat sebagai halaman untuk mempresentasikan bisnis atau usaha milik seseorang atau perusahaan agar memudahkan pengguna atau orang-orang yang mencari informasi bisnis atau usaha tersebut. Website pula bisa digunakan sebagai alat untuk memperkenalkan bisnis atau usaha kepada masyarakat internet dan untuk meningkatkan jumlah pengunjung website atau traffic tersebut. Sedangkan landing page dibuat dengan tujuan lebih detail dan spesifik, contohnya untuk menawarkan penawaran terbatas, mengumpulkan subscriber, info pendaftaran suatu event, dan menyebarkan e-book.

  1. Audiens

Website digunakan untuk menyaring audiens yang lebih luas karena tujuan website adalah agar lebih mudah ditemukan. Sedangkan untuk audiens landing page, memiliki audiens yang lebih khusus yaitu hanya orang-orang yang mengujungi halaman landing page kita melalui link atau CTA (Call to Action) yang kita berikan kepada mereka secara langsung sehingga kita bisa mendapatkan audiens yang lebih tersaring dan tertarget.

  1. Konten

Salah satu hal paling penting supaya website kita ada di peringkat pertama mesin pencarian internet seperti google, bing, yahoo, dan sebagainya tidak lain dan tidak bukan adalah konten. Tentu saja dan pastinya konten yang positif, menarik, dan memiliki manfaat lebih digemari para pengunjung website. Website umumnya mempunyai beberapa halaman terpisah yang didalamnya ada home, blog, about us, detail product, pricing, dan lain-lain. Sedangkan kalau konten untuk landing page itu biasanya hanya memiliki satu hal yang khusus yaitu Call to Action. Memang terkadang dalam sebuah website ada sebuah Call to Action, landing page tetap diperlukan agar para pengunjung menjadi terarah dan tidak teralihkan perhatiannya pada hal atau konten lain. Contohnya, ketika kita memberikan promo gratis ongkos kirim dan diskon 10%, membuat sebuah landing page khusus untuk hal tersebut itu lebih baik adanya ketimbang menambahkan halaman khusus pada website kita.

  1. Desain

Perbedaan antara landing page dan website tentunya sudah sangat jelas terlihat pada desain tampilan. Tampilan desain pada website cenderung memiliki banyak menu dan pilihan untuk dipilih sedangkan untuk tampilan desain landing page hanya memberikan penjelasan detail seputar penawaran yang ditawarkan.

Nah, dari empat informasi diatas, tentunya kita sudah bisa membedakan yang mana landing page, yang mana website. Secara singkat, website itu berisi tentang berbagai halaman yang menjelaskan suatu hal secara luas, sedangkan landing page berisi tentang satu hal spesifik saja.

 

6 Macam Teknik Closing

6 Macam Teknik Closing

20% orang beli karena LOGIKA, dan 80% orang beli karena EMOSI. Fakta tersebut akan kita jadikan sebagai pacuan dalam membahas macam-macam teknik closing dibawah ini. Apa saja teknik closing yang dapat meningkatkan penjualan?

  1. Memberikan Testimoni yang Meyakinkan

Masyarakat pada umumnya akan percaya pada suatu hal jika hal tersebut ada buktinya. Tanpa adanya bukti, pasti kita akan sulit meyakinkan orang – orang untuk membeli produk kita. Dalam proses jual beli, bukti yang paling bagus sudah dipastikan adalah testimoni dan rekomendasi dari orang yang sudah membeli dan merasakan manfaat dari produk kita.

  1. Memberikan Banyak Keuntungan

Hal apa saja yang konsumen dapatkan setelah mereka membeli produk dari kita? Manfaat, keuntungan, kemudahan, atau bahkan kerugian. Sudah dapat dipastikan bahwa setiap konsumen yang membeli sebuah produk, ingin mendapatkan manfaat dan atau kemudahan dari produk yang mereka beli. Maka dari itu, kita harus pintar – pintar dalam menawarkan manfaat, kemudahan, dan keuntungan apa saja yang akan konsumen dapatkan jika mereka membeli produk dari kita.

  1. 3 Keuntungan Dalam 1 Penawaran

Bahasa kerennya adalah teknik 3 in 1. Dengan memberikan 3 keuntungan sekaligus di dalam sebuah penawaran, biasanya calon konsumen akan menyukai produk yang akan kita tawarkan tersebut.

  1. Now or Never

Teknik Now or Never ini termasuk dalam teknik penawaran terbatas yang sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya. Teknik ini secara tidak langsung memaksa calon konsumen untuk melakukan transaksi pembelian pada saat itu juga dan bisa menghilangkan kebiasaan calon konsumen dalam menunda pembelian.

  1. Harga Coret

Teknik harga coret ini sebenarnya adalah teknik yang sudah lama dipakai sebelum adanya internet, bisa dibilang teknik ini adalah teknik jadul. Tapi meskipun teknik ini adalah teknik jadul, keampuhan teknik ini tak perlu ditanyakan lagi. Sampai saat ini pun, teknik harga coret terbukti masih menjadi teknik pilihan para penjual dalam membandrol harga. Jika dibandingkan dengan membandrol harga dengan angka biasa, harga coret justru terlihat lebih menarik dan emosional di mata konsumen. Apalagi jika perbedaan harga coret dan harga asli terpaut cukup jauh, sudah dapat dipastikan calon konsumen akan rebutan untuk membelinya.

  1. Berikan Pujian

Sudah menjadi sifat dasar manusia bahwa kita cenderung suka jika kita diberi pujian oleh orang lain. Sifat dasar ini lah yang akan kita gunakan untuk mempercepat terjadinya proses closing. Ketika ada calon konsumen bertanya kepada kita, kita bisa menyelingi pembicaraan tersebut dengan hal-hal yang berbau pujian. Katakan bahwa kita kagum, terkesan dan berterima kasih kepada calon konsumen tersebut.

Nah, itu lah 6 teknik closing dari sekian banyaknya teknik closing yang ada di dunia maya. Apabila kita dapat menerapkan salah satu saja teknik closing yang tepat pada momen yang tepat, maka dapat dipastikan bahwa proses penjualan kita dapat berakhir dengan closing.

2 Pokok Utama Teknik Closing

2 Pokok Utama Teknik Closing

Dalam teknik closing, dari berbagai teknik dan metode yang telah dijelaskan di artikel – artikel sebelumnya. Ada 2 pokok utama yang harus dijadikan landasan agar kita bisa closing secara efisien.

  1. Membangun Kepercayaan / Building Trust

Syarat yang paling utama dalam sebuah closing yang sukses adalah dengan terbangunnya sebuah kepercayaan dari calon konsumen kepada kita sehingga calon konsumen tersebut yakin dan tidak ragu lagi terhadap produk yang kita jual. Dalam membangun sebuah kepercayaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

a. Latar Belakang Seseorang

Pada umumnya, banyak orang yang melihat dahulu siapa dan apa yang dibawa oleh seseorang sebelum menentukan sikap dan reaksi terhadap orang tersebut. Itu lah sebabnya, sebelum melakukan closing, kita harus memperhatikan penampilan kita baik itu penampilan diri, toko, atau pun produk yang akan dijual. Jangan sampai apa yang ditampilkan terhadap calon konsumen tersebut kita presentasikan secara asal – asalan saja. Sudah dapat dipastikan bahwa presentase closing akan turun secara drastis.

b. Kemiripan / Keakraban

Untuk membangun sebuah kepercayaan, sebuah strategi yang paling sering digunakan adalah strategi kemiripan atau keakraban. Contohnya, apabila kita dan calon konsumen berasal dari daerah yang sama, ada teman yang kenal satu sama lain, atau pun komunitas yang sama, dll.

c. Kongruen

Dalam membangun sebuah kepercayaan pasti dibutuhkan namanya kongruen atau kita sebut sebagai ekspresi kata – kata, bahasa tubuh dan intonasi yang sesuai, sehingga orang percaya. Jika percakapan terjadi melalui media online atau chatting, maka yang harus diperhatikan adalah pemilihan kata yang sesuai. Jangan sampai kita menggunakan kata yang disingkat – singkat, menggunakan bahasa daerah atau lokal karena tidak semua konsumen kita berasal dari daerah yang sama. Dan satu hal yang paling fatal adalah jangan sampai kita menggunakan kata – kata alay yang berlebihan sehingga membuat konsumen kita merasa risih dan terganggu dengan bahasa yang kita gunakan. Dapat dipastikan bahwa calon konsumen kita akan kabur dan proses closing pun tidak akan terjadi. Maka dari itu, gunakanlah bahasa Indonesia dengan penggunaan kata yang baik dan benar.

  1. Memberikan Solusi atas Masalah atau Kebutuhan Calon Konsumen (Hot Buttonnya)

Sebelum melakukan closing, akan sangat membantu bila kita bisa mengetahui apa faktor motivasi utama (FMU) calon konsumen kita. Agar kita dapat mengetahui faktor motivasi utama (FMU) calon konsumen kita tersebut, kita jangan sampai mengira – ngira, kerena pasti setiap orang mempunyai prioritas dan kebutuhan yang berbeda – beda.

Dari dua konsep mindset diatas, dapat kita simpulkan bahwa ternyata dalam teknik closing ada hal –hal yang harus kita perhatikan saat proses transaksi dengan calon konsumen. Semakin kita mengerti apa yang di inginkan oleh mereka, maka semakin besar pula presentase closing yang akan kita dapatkan.

Teknik Closing Sales yang Jitu #3

Teknik Closing Sales yang Jitu #3

Oke temen temen setelah sebelumnya kita membahas tentang Teknik closing online, kali ini kita coba melanjutkan pembahasan lebih mendalam tentang Teknik closing sales yang jitu beserta dengan contoh – contoh kasus yang biasa kita temukan sehari – hari dalam proses transaksi atau pembicaraan dengan calon pembeli atau juga customer,

1. BERI BANYAK KEUNTUNGAN

Saya yakin semua calon pembeli atau customer kita ingin mendapatkan keuntungan dan kemudahan ketika membeli produk kita, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung.

Contoh kasus keuntungan secara langsung :

Pembeli : mas, barang nya sudah sampai nih , saya langsung coba kaos nya, enak yah adem bahanya, design nya juga sesuai dengan gambar yg ada di Instagram. Terima kasih ya mas.

Contoh kasus keuntungan secara tidak langsung :

Pembeli : mas barang nya sudah sampe, mantap mas proses pengiriman nya cepat , di tambah free give away gelang karet nya keren banget, terima kasih mas.

2. BUKTI YANG MEYAKINKAN

Bukti yang meyakinkan adalah salah satu factor penting juga dalam terjadi nya closing.

Contoh :

Pembeli : mas ini barang nya bener kan? Warna nya Sesuai dengan real pict di shopee kan?

Penjual : ya mbak betul sekali, kalo berkenan silahkan mbak cek testimoni dari customer customer kita sebelumnya , dan juga model iklan endorsement kita, boleh di cek di ig kita mbak search saja @nyonyamenor

3.BERI PUJIAN

Dalam Teknik closing online , memberi pujian kepada customer adalah hal yang wajar-wajar saja. Asal tidak berlebihan , demi tercapai nya sebuah transaksi jual beli, kalian bisa pakai Teknik closing sales jitu yang satu ini.

Contoh :

“wah pasti cocok mbak , soalnya badan mbak kan tinggi semampai, cock dengan bahan kita yg fit to body”

“tuh kan bu , kalo di coba dulu pasti keliatan cocok apa engga nya, warna hijau ini cocok di ibu, keliatan fresh aja gitu bawaan nya”

4.PRODUK TERLIHAT MURAH

Caranya kita sebagai penjual harus bisa mem bagi harga jual kita dengan konsep waktu, seperti hari,minggu, bulan atau tahun. Berapapun harga jual produk kita.

Contoh:

Harga jual ban luar merk “pageuh” di bandroll Rp.300.000

“hanya perlu membayar Rp10.000 per hari selama 30 hari kedepan , bapak bisa mendapatkan ban merk pageuh ini selama 2tahun!!”

Nah temen temen semua , itulah beberapa  Teknik closing sales yang jitu , di pembahasan berikutnya kita akan membahas tentang artikel artikel yang tidak kalah seru dan pasti kalian butuhkan , apa lagi buat kalian pelaku bisnis online,  Terima kasih

Apa itu Landingpage?

Apa itu Landingpage?

Selamat datang kembali teman teman, kali ini kita akan mencoba membahas tentang landing page, pengertian landing page itu sendiri adalah , sebuah halaman yang akan mucul jika di klik oleh seseorang dan di arahkan kepada beberapa platform berbeda beda mulai dari web pribadi, web jual beli , social media seperti instagram, blog ataupun messenger tertentu seperti whatsapp. Secara tata bahasa landing page berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti landing = mendarat dan page = halaman, jadi.

Kita banyak menemukan banyak tipe atau jenis jenis website yang berbeda, kemana pun website itu tertuju untuk pertama kali nya , maka itu lah yang di sebut landing page.

Bebrapa narasumber juga memiliki beberapa pendapat tentang arti dari landing page, salah satunya yang kita temui adalah “halaman web mandiri yang digunakan khusus untuk keperluan iklan”

Sumber seperti wikipedia pun merilis pengertian dari landing page itu sendiri, menurut mereka, landing page adalah halaman web tunggal yang muncul sebagai tanggapan terhadap mengklik pada hasil pencarian mesin pencari dioptimalkan, promosi pemasaran, email pemasaran , atau iklan online.

Banyak pengolahan kata yang berbeda tentang arti dan makna landing page itu sendiri, dan pada umumnya landing page di gunakan oleh seseorang yang ingin melakukan hal transaksi jual beli atau perdagangan, karena landing page bisa berfungsi sebagai brosur, promo produk bahkan sebagai alat untuk ber interaksi.

Landing page yang bagus unik dan menarik akan menjadi suatu daya tarik yang cukup signifikan bagi para pengunjung nya, apa lagi jika landing page itu sendiri berisi content atau isi yang bermanfaat bagi orang banyak. fungsi lain dari landing page yang bagus unik dan menarik bagi para pelaku usaha bisnis juga amat sangatlah berpengaruh terhadap penjualan barang yang akan mereka raih.

Selain pengertian dari landing page disini juga kita akan bahas sedikit tentang tujuan dari landing page itu sendiri.

Buat kalian temen temen yang bertujuan untuk pemasaran di search engine optimization atau SEO, dan juga dengan sistem pay per click atau PPC. Jadi jika calon customer kita melakukan search di search engine google, akan otomatis di giring kepada web iklan tertentu.

Terlebih buat kalian pelaku usaha disinilah fungsi memiliki landing page yg unik dan menarik, agar para calon customer kita tertarik untuk datang dan melakukan transaksi atas]u setidak nya  hanya untuk ber interaksi dengan kita.

Itulah sekilas pengertian dari landing page, untuk pengertian , fungsi dan bagaimana cara landing page itu bekerja , akan kita bahas lebih lanjut di artikel artikel kita berikutnya,

Cara Menarik Perhatian Reseller

Cara Menarik Perhatian Reseller

Selamat datang rekan rekan semua ? Di tulisan kali ini kita akan membahas tentang cara menarik reseller agar mau bekerja sama  dalam menjual produk kita, terlebih buat kalian para produsen dengan stok barang yang berlimpah, dan ingin terjual dengan waktu yang cepat tanpa harus defisit atau merugikan. Memang dengan adanya reseller membantu menjual produk kita banyak sekali kelebihan yang kita dapat, terlebih dalam soal cepat nya barang habis atau sold out, tapi gimana sih kita mendapatkan reseller? Cara menarik reseller yang baik itu kaya gimana sih? Yuk sekarang kita bahas bersama sama.

Ada beberapa cara agar reseller ingin atau tertarik untuk menjual produk kita, diantaranya :

1.berikan keuntungan atau profit yang besar.

Ya inilah hal yang paling mendasar untuk kita bisa mendapatkan reseller, ada beberapa cara untuk berbagi profit dengan reseller kita, di antaranya, berbagi hasil profit dengan harga yang kita tetapkan, contoh, harga modal kita 50ribu, dan harga jual kita 100ribu, dengan cara ini kita bisa bagi dua profit kita dengan perbandingan 50:50 , kita sebagai produsen mendapatkan 25ribu, begitu juga reseller kita, nah cara yang lain adalah kita harga modal barang kita 50ribu di tambah keuntungan 25 ribu, dan reseller kita menjual 120ribu, dengan cara ini kita mendapatkan profit 25ribu dan reseller kita mendapat profit 50ribu.

2.kualitas produk kita bagus.

Pada awal ketertarikan reseller kepada produk kita adalah karena produk kita bagus dan berkualitas, dan kita sebagai produsen harus tetap menjaga kualitas atau bahkan meningkatkan kualitas kita dan memiliki banyak ragam dari produk kita juga bisa menarik reseller agar bersemangat menjual produk kita.

3.posisikan reseller sebagai sahabat.

Dengan cara ini para reseller akan merasa dirinya di hargai dan di hormati, dan tidak akan sungkan untuk lebih terbuka dalam hal hal yang bersifat saran atau kritik dalam penilaian kualitas barang kita, jika kita memposisikan sebagai bos dan reseller sebagai bawahan, akan terjadi gap gap atau gesekan yang seharusnya tidak terjadi, dengan itu anggap lah reseller sebagai sahabat kita sendiri, karena kita dan reseller saling menguntungkan satu sama lain.

Itulah cara menarik reseller yang cukup ampuh buat kalian praktikan, sebelum menutup artikel kita yang satu ini, sekedar saran dari pengalaman kami, kenali lah reseller anda terlebih dahulu, atau setidak nya mengetahui dimana tempat tinggal dia atau dimana tempat dia bekerja, hal ini di perlukan agar jika hal hal yang tidak di inginkan terjadi, kita mengetahui apa yang harus kita lakukan, dan pastikan hubungan kalian dengan reseller selalu baik baik saja, ingat , karean reseller adalah sahabat kita,

Basic Belajar Website untuk Pemula

Basic Belajar Website untuk Pemula

Oke temen temen selamat datang kembali, kali ini saya akan mencoba membahas hal hal dassar yang harus di ketahui untuk belajar website untuk pemula, yuk kita simak baik baik dengan seksama,

Pertama tama apa sih website? Definisi website apa? Ya website sendiri adalah suatu kumpulan-kumpulan halaman yang menampilkan berbagai macam informasi teks, data, gambar diam ataupun bergerak, data animasi, suara, video maupun gabungan dari semuanya, baik itu yang bersifat statis maupun yang dinamis.

Website memiliki banyak manfaat dan keunggulan di antaranya adalah.

  • Meningkatkan kredibilitas , bagi kalian yang hobby menulis atau me review suatu objek, webste adalah sarana yang pas untuk merealisasi kan hobby kita, terlebih bagi pelaku usaha skala kecil maupun besar, website sendiri akan berfungsi sebagai sarana jual beli atau toko.
  • Bagi para pengusaha , memiliki website membuat anda Selalu terhubung dengan pelanggan, baik pelanggan yg biasa berbelanja satu kali, maupun pembeli yang berbelanja lebih dari satu kali.
  • Mudah di akses, karena website tidak hanya dpat di akses melalui komputer atau laptop, di era saat ini website juga dapat di akses dari smartphone atau tablet,tidak hanya bersifat sebagai toko website juga bagi pelaku usaha dapat bisa bersifat menjadi brosur atau sarana promosi. Yang dapat di akses oleh penjual maupun pembeli dari manapun mereka ber ada
  • Menghemat biaya, website sendiri memiliki beberapa tingkatan harga, karena website lebih bersifat fleksibel, banyak jasa yang menawarkan dari harga ratusan ribu sampai jutaan.
  • Sebagai sarana promo barang atau jasa,dengan memasukan keterangan keterangan detail tentang produk kita , bisa dalam bentuk tulisan,gambar,foto, ataupun video.
  • Website memungkinkan anda pelaku usaha untuk melebarkan sayap atau mencakup mangsa pasar yang belum pernah anda temui, baik itu dalam negeri maupun luar negeri.
  • Menghemat waktu , jika di bandingkan dengan promo offline seperti membagikan brosur door to door, ataupun bertatap muka, memiliki website jauh lebih menghemat waktu dengan di beri kelulasaan para konsumen kita untuk meng akses website kita , kita sebagai pemilik website cukup memantau, merawat dan ber inovasi pada website kita
  • Sebagai sarana dua arah dalam berbagi informasi, bagi para pelaku usaha, masukan atau saran dan kritik dari customer adalah hal yang penting oleh karena itu di dalam website mem persilahkan para pembeli untuk meninggalkan komentar di kolom yang telah di sediakan

Itulah beberapa fungsi dan poin penting website untuk pemula, setelah memahami opsi opsi di atas, di harapkan teman teman sudah mulai terbayang dan mendapat informasi lebih tentang website dan fungsi fungsinya.

Belajar Menambah Followers di Instagram

Belajar Menambah Followers di Instagram

Selamat datang kembali teman teman, di tulisan kali ini kita akan bahas tentang bagaimana Belajar menambah followers di instagram,  for your information guys berdasarkan data survey yang di lakukan oleh salah satu web berbagi diskon ternama, menempatkan indonesia sebagai negara ke 4 di dunia pengguna instagram di dunia. Wow.dan di tahun 2019 sendiri terjadi kenaikan sebesar 20% dari tahun lalu, dengan 56 juta pengguna aktif di instagram.

Pastinya dengan banyak nya pengguna aktif instagram , kalian pasti pengen dong follower kalian bertambah? Apa lagi buat kalian pelaku bisnis , penting banget nih punya banyak followers , tidak hanya berfungsi untuk banyaknya barang yang bisa kita jual, ternyata banyak nya followers juga berpengaruh terhadap kepercayaan calon pembeli atau konsumen kita loh.

Yuk kita bahas cara Belajar menambah followers di instagram , di bawah ini ada beberapa opsi yang bisa kalian pilih antara lain

1.buat konten yang unik dan menarik

Ya cara ini ternyata ampuh loh buat kalian yang ingin menambah followers, dengan konten konten yang unik seperti foto video dan juga story, di tambah fitur editing dan filter yang bisa kalian pilih di instagram, tidak harus konten tentang yang lucu lucu atau parodi, kalian juga bisa coba konten dengan tema yang menyentuh hati , biar melow melow gitu deh.. Ataupun kalian bisa buat konten tentang hobby kalian, ke seharian kalian, biar followers kalian merasa lebih nyaman mantengin terus konten konten yang kalian posting

2.HASHTAG

Yup , cara kedua yang juga ampuh adalah dengan me maksimalkan penggunaan hashtag, hashtag atau tagar sendiri bermanfaat untuk mengelompokan foto atau konten yang kalian buat, dengan hashtag juga bermanfaat agar foto atau konten kalian mudah di temukan, kalian bisa mencoba menggunakan hashtag yang sesuai dengan konten yang kalian buat ataupun hashtag yang sedang populer di indonesia ataupun dunia.

3.gunakan caption yang baik dan sopan dan menarik

Caption atau judul adalah pelengkap dari foto atau video yang kalian posting , belajar menambah followers dengan memastikan caption yang kalian buat masih satu tujuan dengan foto atau video yang kalian posting, buat semenarik mungkin, atau bisa juga membuat caption dengan unsur pertanyaan, agar followers kamu ingin merespon untuk mengisi kolom komentar atau sekedar likes foto kalian .

Itulah beberapa contoh cara belajar menambah followers di instagram, semoga ilmu yang singkat ini bisa bermanfaat buat teman teman semua , di lain kesempatan kita bakal bahas secara dalam dan menyeluruh tentang fitur fitur dan cara instagram.

× Hai, ada yang bisa kami bantu?